Rangkul Para Staf, Zoellick Ingin Reformasi Bank Dunia

Rangkul Para Staf, Zoellick Ingin Reformasi Bank Dunia

- detikFinance
Selasa, 26 Jun 2007 18:39 WIB
Rangkul Para Staf, Zoellick Ingin Reformasi Bank Dunia
Jakarta - Tak bisa dipungkiri, salah satu yang mendorong mundurnya Paul Wolfowitz dari Bank Dunia adalah adanya mosi tidak percaya dari para staf lembaga keuangan tersebut. Tak heran, Robert B. Zoellick yang akan segera memimpin Bank Dunia pun memulainya dengan merangkul para staf.Dalam pernyataannya setelah terpilih sebagai Presiden Bank Dunia yang ditetapkan Dewan Bank Dunia, Zoellick mengaku bangga dengan kinerja para staf Bank Dunia.Zoellick yang akan segera menempati pos di Bank Dunia mulai 1 Juli mengaku akan memulai pekerjaannya dengan bertemu para staf Bank Dunia. Ia ingin bertemu dengan orang-orang yang telah mendorong agenda penanganan kemiskinan dunia, terutama di Afrika. "Saya sungguh tahun bahwa staf Bank Dunia punya semangat untuk misi ini dan saya sungguh menghormati kerja membanggakan dari staf Bank Dunia termasuk keinginan untuk terus belajar dan memperbaiki diri dan komitmen mereka pada hasil," ujar Zoellick dalam pernyataannya seperti dikutip dari situs Bank Dunia, Selasa (26/6/2007).Zoellick mengakui bahwa Bank Dunia kini menghadapi tantangan yang berat seiring dengan perubahan lingkungan global. "Dunia telah berubah demikian besar sejak pendirian Bank Dunia lebih dari 60 tahun yang lalu. Institusi pembangunan, rekonstruksi dan keuangan ini tak hanya perlu menyesuaikan diri," jelasnya. "Institusi ini harus memimpin dalam usaha mencapai suatu proses globalisasi berkesinambungan yang berdasarkan pertumbuhan dan peluang ekonomi yang inklusif serta penghormatan pada harga diri manusia," tambahnya.Para direktur eksekutif dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), badan utama Bank Dunia, secara aklamasi telah memilih Robert B. Zoellick pada Senin (25/6/2007) untuk menggantikan Paul Wolfowitz sebagai Presiden Bank Dunia. Zoellick (53) akan mulai menjabat sebagai presiden ke-11 dari Bank Dunia dari 1 Juli 2007 untuk masa lima tahun mendatang.Presiden Bank Dunia secara ex officio adalah presiden dari International Development Association (IDA), kepala dewan direksi International Finance Corporation (IFC), Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), dan kepala Administrative Council dari International Centre of Investment Disputes (ICSID). IDA, IFC, MIGA dan ICSID adalah perangkat Bank Dunia selain IBRD.Zoellick yang berwarganegara Amerika Serikat kini menjabat sebagai Vice Chairman dari Goldman Sachs Group dan Managing Director sekaligus Chairman dari Dewan Penasehat Internasional-nya Goldman Sachs. Sebelumnya, ia menjabat berbagai posisi senior di pemerintahan AS termasuk Wakil Menteri Luar Negeri (2005-2006) dan U.S. Trade Representative (Duta Perdagangan AS) dari 2001-2005.Karir swasta Zoellick termasuk Executive Vice President dari Fannie Mae, sebuah perusahaan kredit kepemilikan rumah raksasa di AS (1983-1985). Di dunia pendidikan, ia pernah menjadi profesor tamu di Akademi Angkatan Laut AS dan peneliti pada Belfer Center di Universitas Harvard.Zoellick lulus dengan predikat magna cum laude dari sekolah hukum di Universitas Harvard dan memiliki gelar pascasarjana Master in Public Policy dari lembaga pendidikan terkemuka itu. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads