Pabrik Lafarge di NAD Hidup Lagi

Pabrik Lafarge di NAD Hidup Lagi

- detikFinance
Rabu, 27 Jun 2007 17:32 WIB
Jakarta - Perusahaan semen asal Prancis, Lafarge bertekad untuk menguasai kembali pasar semen di Sumatera khususnya Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara.Demikian disampaikan President Director Lafarge Cement Indonesia Marcel Cobuz usai menemui Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (27/6/2007)."Lafarge menguasai pasar ini sebelum tsunami, jadi kami ingin mencoba kembali di pasar itu," ujarnya.Fasilitas pabrik semen Lafarge hancur diterjang Tsunami Desember 2004 lalu. Lafarge akan membangun lagi fasitas pabriknya tersebut dan ditargetkan akan mulai berproduksi 2008."Kami sudah menyelesaikan tahap desain dan sedang filling and fitting up, menghancurkan bangunan pabrik lama yang tidak bisa digunakan juga mulai membawa peralatan produksi dan pembangunan pabrik," kata Marcel.Marcel juga mengatakan Lafarge akan berkonsolidasi untuk fokus menggarap pasar Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Batam yang belum terdapat pabrik semen. Pasar-pasar tersebut juga cukup potensial karena pertumbuhan pembangunan infrastruktur sangat tinggi."Kami tertarik untuk berkonsolidasi di daerah itu dan mengikuti perkembangan pasar di wilayah pertumbuhan pasar yang sangat pesat karena kegiatan restrukturisasi di Aceh dan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara seperti bandara," katanya. Ia meyakini pasar ini akan tumbuh 10-16 persen per tahun. "Pasar Aceh tahun lalu tumbuh 90 persen, tahun ini akan naik 30 persen dan akan mencapai satu juta ton untuk seluruh Aceh," tambahnya.Meski fokus untuk melakukan konsolidasi, Marcel mengatakan, tidak tertutup kemungkinan Lafarge akan mengakuisisi pabrik lain jika ada tawaran menarik."Jika ada peluang maka kami tidak akan menahan diri untuk melakukan akuisisi," kata Marcel. (ard/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads