IPL Australia Mungkin Beli AAF

IPL Australia Mungkin Beli AAF

- detikFinance
Kamis, 28 Jun 2007 10:35 WIB
Jakarta - Rencana gasifikasi perusahaan pupuk asal Australia, Incitec Pivot Limited (IPL) untuk membangun pabrik penghasil gas sintetik dari batubara dinilai sangat menguntungkan.Rencana IPL itu memunculkan spekulasi IPL akan membeli pabrik pupuk di Aceh. Namun menurut Menteri Perindustrian Fahmi Idris, bisa saja IPL membeli Aceh Asean Fertilizer (AAF).IPL menggandeng Pusri (holding perusahaan pupuk) dan PT Rekayasa Industri (Rekin) mengkaji pendirian pabrik itu untuk memasok tiga pabrik pupuk di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yakni pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM I), PIM II dan AAF. Hasil kajian ini diharapkan rampung pada kuartal pertama 2008."Ya AAF barangkali si Incitec bakal beli pabrik, itu kan bisa saja. Atau akan ditarik kembali," kata Fahmi di DPR, Rabu malam (27/6/2007).. Apakah IPL akan membeli semua pabrik di Aceh? Fahmi menjawab "Enggak mungkin. terlalu mahal buat mereka. Buat apa juga," tandasnya.Fahmi menyambut gembira rencana gasifikasi ini karena akan mengoptimalkan produksi pabrik pupuk di Aceh. "Jadi ini bagus sekali. Sama-sama menguntungkan. Incitec itu suatu perusahaan industri pupuk. Tapi selain produksi pupuk, dia juga ekspor dan impor pupuk itu basis bisnisnya," kata Fahmi."Untuk itu dia (IPL) tawarkan, PIM I, PIM II dan AAF kan kurang gas. Disana cuma dari 2 sumur. 1 sumur sudah, tapi yang satu belum. Sudah confirm, tapi gasnya belum naik ke atas yang Krueng itu. Blok A yang sudah ada, tapi harganya mahal," lanjut Fahmu.Fahmi menjelaskan kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian sekitar 700-800 ribu ton. Sementara banyak pabrik pupuk yang bisa berperasi optimal karena kekurangan gas.Seperti gas untuk PIM I yang harus didatangkan dari Pupuk Kaltim karena tidak ada sumber gas terdekat. "Ini yang dilihat Incitec. Mereka mau dirikan pabrik gasifikasi bahannya batubara kalori rendah di bawah 5.000 kalori pun dia sanggup. Nah ini disuplai ke ketiga pabrik itu," tutur Fahmi.Dengan adanya suplai gas itu, kata Fahmi, maka pabrik-pabrik di Aceh akan dapat suplai gas yang cukup. "Pabrik bisa menghasilkan 1,8 juta ton. Sementara lokal cuma butuh 800 ribu ton. Jadi masih sisa 1 juta ton urea oleh ketiga pabrik ini," katanya."Tentu kita sesuai kebutuhan dalam negeri akan gunakan urea itu sesuai kebutuhan dalam negeri. Sisanya kalau ada ya diekspor seperti sekarang beri izin ekspor ke Pusri maupun Pupuk Kaltim," tambahnya.Pengajuan proposal IPL, menurut Fahmi nantinya akan diproses oleh Menneg BUMN. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads