Moody's Tetapkan Rating B1 atas Surat Utang RI
Kamis, 28 Jun 2007 15:52 WIB
Jakarta -
Lembaga pemeringkat, Moody's Investor Service memberikan peringkat B1 dengan outlook positif atas obligasi Pemerintah Indonesia baik yang berdenominasi rupiah maupun asing.Hal ini diungkapkan oleh Vice President/Regional Credit officer Moody's for Asia, Tom Byrne, dalam konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/6/2007).Tom menjelaskan obligasi pemerintah Indonesia dengan peringkat tersebut mencerminkan stabilitas politik dan ekonomi Indonesia yang membaik. Ekonomi yang terdiversifikasi mendukung pertumbuhan yang stabil dan kebijakan fiskal yang hati-hati.Sementara Outlook positif juga mencerminkan kondisi pemerintah yang membaik atas arah kebijakan utang dan posisi pembayaran eksternal.Secara keseluruhan, Tom menilai, tren penurunan rasio utang pemerintah terhadap PDB akan tetap berada pada jalur yang tepat."Hal ini memperlihatkan suatu kombinasi dari pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat. Inflasi dan suku bunga yang lebih rendah, penguatan rupiah dan ekspektasi adanya peningkatan atas penerimaan dari privatisasi," tambahnya.Meskipun demikian, Tom mengatakan tingkat utang luar negeri Indonesia masih relatif tinggi. Ada kelemahan yang berlanjut atas tata kelola di beberapa bagian pemerintah. Tingkat investasi yang rendah juga membatasi pertumbuhan jangka panjang."Mekipun demikian, peringkat Indonesia dapat meningkat jika defisit fiskal Indonesia tetap rendah yang selanjutnya dapat menurunkan rasio-rasio utang," katanya."Selain itu, membaiknya iklim investasi dapat meningkatkan investasi baik domestik maupun luar negeri. Hal ini akan mendukung peningkatan peringkat Indonesia," tambahnya.Moody's mencatat di tahun 2007 defisit fiskal Indonesia kira-kira 1,8 persen yang melebihi target awal yang ditetapkan pemerintah sebesar 1,1 persen dari PDB.Peringkat Indonesia tersebut bisa saja naik jika defisit fiskal tetap rendah, sehingga memperkecil rasio utang. Termasuk juga jika ada perbaikan iklim investasi yang bisa mendorong peningkatan investasi lokal dan asing.
(ard/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































