BPK: Pernyataan Disclaimer LKPP Sudah Profesional

BPK: Pernyataan Disclaimer LKPP Sudah Profesional

- detikFinance
Kamis, 28 Jun 2007 17:29 WIB
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membantah disclaimer yang diberikan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2006 didasarkan atas pertimbangan non profesional.Bantahan tersebut disampaikan BPK terkait tudingan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan yang sebelumnya mengatakan disclaimer BPK tidak profesional dan bersifat politis.Menurut BPK, pernyataan disclaimer atas LKPP didasarkan pada pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL). Hal ini karena LKKL merupakan salah satu komponen LKPP selain pertanggungjawaban perbendaharaan negara.Pemeriksaan atas LKKL telah selesai dilakukan BPK, sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan atas LKKL dan pertanggungjawaban perbendaharaan tersebut BPK memberikan opini disclaimer."Dengan demikian opini BPK telah berdasarkan bukti yang cukup dan kompeten dari hasil pemeriksaan LKKL dan laporan lain yang terkait," kata Kabiro Humas BPK Gunarwanto dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (28/6/2007).Sehingga dengan demikian pernyataan BPK juga telah memenuhi Standar Keuangan Pemeriksaan Keuangan Negara baik pada standar pekerjaan lapangan maupun standar pelaporan.BPK juga membantah dituding belum melakukan klarifikasi dan exit meeting . Menurut Gunarwanto, BPK telah melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah dan telah memperoleh tanggapan dari pemerintah."Pemeriksa BPK telah beberapa kali melakukan pertemuan pada tingkat pembahasan temuan pemeriksaan tanggal 8-10 Mei 2007 dan tingkat pembahasan konsep LHP dengan Menteri Keuangan tanggal 25 Mei 2007 dan tanggapan telah diterima," ujarnya.Mengenai publikasi pernyataan disclaimer tersebut BPK menyatakan publikasi hasil audit dilakukan karena dokumen tersebut merupakan dokumen publik karena sudah diserahkan ke DPR tanggal 19 Juni 2007."Pernyataan Kepala BPKP yang menilai opini disclaimer BPK disusun tidak sesuai dengan standar profesi adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang ada," jelasnya. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads