Pertamina Genjot Pendapatan Kilang Balikpapan
Jumat, 29 Jun 2007 11:48 WIB
Balikpapan - Pertamina berupaya mendapatkan pemasukan yang lebih besar dari produksi kilang Balikpapan. Selain menjual migas, kilang ini masuk ke bisnis napthan yang diproduki dari ampas minyak.Dengan begitu, Pertamina bisa menaikkan gross margin Unit Pengolahan (UP) V Balikpapan dari US$ 4 per barel menjadi lebih dari US$ 9 per barel. Hal ini disampaikan General Manager UP V Balikpapan Pertamina Masril Moeis disela-sela kunjungan wartawan ke UP V, Balikpapan, Jumat (29/6/2007). Peningkatan nilai tambah itu dilakukan dengan mengolah kembali LSWR (low sulfur wexy recidu) alias residu (ampas pengolahan) menjadi beberapa produk seperti Naphthan (inti premium) dan LPG."Residunya kita cracking supaya jadi naphtan, LPG, dan lainnya," ujarnya.Saat ini, dari volume produksi kilang Balikpapan yang mencapai sekitar 260 barel, sebesar 23,9 persen diantaranya berupa residu atau sekitar 50 ribu barel.Sebenarnya pada rencana awal proyek tersebut sudah bisa dimulai pada 2008. Namun hingga kini studi teknisnya masih belum selesai. "Jadi sepertinya belum bisa 2008," tambahnya.Namun Musril menegaskan, pastinya proyek ini akan dilakukan sebelum 2012 dimana Pertamina menargetkan hanya 25 persen produknya yang berharga dibawah harga crude. Saat ini baru kilang Balongan yang produknya bisa menghasilkan gross marjin sekitar 14 persen.Produk yang dihasilkan kilang Balikpapan antara lain LPG, Premium, ADO (automotive diesel oil) atau solar untuk otomotif, IDO (industrial diesel oil), minyak tanah, dan LSWR. Selain itu kilang ini juga menghasilkan sisa Naphthan yang kemudian diolah di kilang Balongan.
(lih/ir)











































