Warga Berharap Stok Susu Terjaga
Senin, 02 Jul 2007 14:43 WIB
Semarang -
Kenaikan harga susu disikapi secara tenang oleh warga Semarang. Hanya saja, mereka berharap susu tak langka di pasaran. "Naik sih nggak apa-apa, asal tidak langka saja. Kenaikan harganya nggak banyak kok," kata Arjuna, warga Meteseh, Tembalang, Semarang, kepada detikFinance, Senin (2/7/2007). Bapak berputra dua itu menambahkan, kalau pun harga susu memang harus naik, pemerintah diharapkan bisa mengawal jalur distribusi agar stoknya tetap terjaga. Penimbunan diharapkan juga tidak terjadi."Ada juga supermarket yang di bawah pasaran lho. Mungkin itu stok lama. Saya dapat harga lebih murah Rp 1.000 kemarin. Biasanya saya beli Rp 28 ribu, eh ternyata harganya Rp 27 ribu," jelasnya. Penjaga Toko Koperasi Dolog Jawa Tengah, Tari, mengatakan harga susu diketahui naik mulai Kamis (28/6/2007) lalu. Kenaikannya berkisar pada angka Rp 500 hingga Rp 1.000. "Ya tahu-tahu kita terima dengan harga baru," katanya. Tari menambahkan, hingga kini stok atau kiriman susu masih lancar. "Paling nggak sampai saat ini, kami masih terima kiriman sebelum stok habis," jelasnya di toko yang beralamat di Jalan Menteri Supeno itu.Dari survei di beberapa tempat, kenaikan harga susu paling tinggi hanya Rp 1.000. Persediaan susu di beberapa supermarket dan toko di Semarang juga terlihat masih mencukupi.
(try/qom)










































