Warga di Daerah Tak Panikkan Kenaikan Harga Susu

Warga di Daerah Tak Panikkan Kenaikan Harga Susu

- detikFinance
Senin, 02 Jul 2007 15:10 WIB
Jakarta - Meski harga susu naik, namun warga di sejumlah daerah di Indonesia menyikapinya secara tenang. Mereka mengaku bisa menerima kenaikan, namun yang penting tidak ada kelangkaan.Warga di daerah seperti Semarang, Denpasar, Bandung, Pekanbaru dan Situbondo yang ditemui detikFinance, Senin (2/7/2007) umumnya tidak panik menyikapi kenaikan harga susu itu. Penjualan susu diwilayah tersebut rata-rata tetap normal, tak ada aksi borong.Di Supermarket, Sinar Surya, Jl Soebrantas, Pekanbaru aktivitas penjualan susu masih terlihat normal. Tidak ada peningkatan pembeli yang signifikan, khususnya terhahap susu bubuk. Walau dalam sepekan ini, harga susu bubuk mengalami kenaikan. "Walau harga susu bubuk naik rata-rata 2,5 persen, namun penjualan berbagai merk susu masih stabil. Tidak ada penjualan kami yang meningkat seiring naiknya harga susu itu. Penjualan masih berjalan normal," ungkap, Koko Surya pemilik supermarket kepada detikFinance.Hal yang sama juga terlihat di Supermarket Harapan, di Jl Harapan Raya, Pekanbaru. Di sana took sembaku berlantau dua ini, juga terlihat aktivitas penjualan berbagai jenis susu bubuk masih batas yang normal. "Memang harga susu naik. Tapi dalam sepekan ini penjualan kami tidak ada peningkatan. Semuanya masih berjalan normal. Dan tidak ada aksi borong dari pembeli," kata Rini penjaga di supermarket itu. Menurut Rini, walau harga susu mengalami kenaikan, pembelinya juga tidak berkurang. Hal itu dimungkinkan karena harga kenaikkannya relative rendah hanya maksimal 2,5 persen saja. "Walau harganya naik, penjualan kami masih seperti biasa. Tidak ada penurunan yang signifikan," katanya. Sementara di Situbondo, sejumlah kaum ibu memang sempat gusar saat mengetahui harga susu bayi akan naik. Namun beberapa diantaranya menyikapi secara wajar dan berharap segera turunnya harga asupan pokok bayi tersebut."Karena kami setiap bulan harus membeli kebutuhan pokok anak, ya bagaimana pun juga terpaksa harus dibeli juga. Kenaikannya memang tak seberapa kok, Mas. Tapi cukup terasa berat jika harus dikalkulasi belanja tiap bulannya," kata Hermin Widyastutik (25), warga Jalan Sucipto 12 Situbondo.Selama ini dirinya biasa membeli susu merk Nutrilon Royal bertakaran 400 gram, untuk balitanya yang baru berusia 8 bulan. Harga per kotak 400 gram harga susu merk ini sebelumnya Rp 68.000 dan sejak 2 pekan berselang harganya sudah meroket hingga sebesar Rp 71.000.Reaksi berbeda diungkap Ny Sulastri (36), warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Karyawati Pemkab Situbondo beranak 3 tersebut sama sekali tidak mempermasalahkan kenaikan harga susu formula di pasaran rata-rata 5-10 persen itu."Kami baru bingung ketika susu yang rutin dikonsumasi anak hilang atau langka di pasaran. Kalau kenaikannya tidak terlampau tinggi, kami kira wajar lah," ungkapnya. Dari pantauan di sejumlah swalayan dan supermarket di Situbondo, kenaikan harga susus formula tersebut sudah berlangsung hampir sebulan terakhir. "Kisarannya hanya 5-6 persen saja dan tidak ada keresahan seperti aksi borong di kalangan konsumen. Jika mulai terlihat tanda-tanda ada aksi borong, saat itu juga kami langsung membatasi penjualan," jelas Nur Anwar (39), Manager Media Swalayan. (mar/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads