BPS: Larangan Terbang Uni Eropa Belum Berpengaruh
Senin, 02 Jul 2007 16:22 WIB
Jakarta - Larangan terbang yang diberlakukan bagi maskapai penerbangan Indonesia di Eropa diyakini Badan Pusat Statistik (BPS) belum ada pengaruhnya bagi jumlah wisatawan.Hal tersebut disampaikan Agus Suherman, Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa BPS di kantornya, Jalan Sutomo, Jakarta, Senin (2/7/2007)."Saya belum tahu pengaruhnya kayaknya belum ada pengaruhnya, soalnya kan data kita kemarin baru data Mei, dan kita lihat dari data Mei tersebut jumlah wisman dari AS justru meningkat," ujarnya.Karena larangan terbang itu baru diberlakukan pada bulan Juli, pengaruhnya akan terlihat pada jumlah wisman yang akan datang. BPS tidak mencatat maskapai yang digunakan wisman."Ya kita tidak mencatat itu kita hanya mencatat dari 15 pintu masuk dia itu dari negara mana saja, jadi kita tidak mencatat dia menggunakan pesawat apa," ujarnya.Deputi Bidang Statistik Ekonomi Pietojo menambahkan jumlah penumpang angkutan udara malah kembali naik. Jumlah penumpang domestik bulan Mei 2007 mencapai 2,54 juta orang atau naik 7,68 persen dibanding bulan April 2007Untuk tujuan luar negeri, jumlah penumpang mencapai 525,8 ribu orang atau naik 4,04 persen.Selama Januari-Mei 2007 jumlah penumpang domestik mencapai 11,02 juta orang, turun 4,67 persen. Sebaliknya, jumlah penumpang internasional mencapai 2,45 juta orang, naik 15,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.Untuk penumpang kereta api bulan Mei 2007 mencapai 15,23 juta orang, yang berarti naik 5,67 persen dibanding bulan April 2007, dan jumlah barang yang diangkut kereta api naik 20,47 persen menjadi 1,48 juta ton. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan Mei 2007 tercatat sebesar 479,26 ribu orang atau turun 0,31 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut naik 5,65 persen menjadi 14,17 juta ton dibanding bulan April 2007.
(ddn/qom)











































