Larangan Terbang Tak Terkait Persaingan Boeing Vs Airbus
Selasa, 03 Jul 2007 13:11 WIB
Jakarta - Pakar penerbangan Indonesia, Dudi Sudibyo, tidak yakin larangan terbang Uni Eropa terhadap 51 maskapai Indonesia terkait persaingan bisnis Boeing dan Airbus. Larangan itu semata-mata faktor ekonomi."Saya kira ini lebih pada economic value, tidak ada persaingan bisnis dan saya yakin akan hal ini," tegas Dudi dalam jumpa pers di Hotel Millennium, Jalan Fachrudin, Jakarta, Selasa (3/7/2007).Pernyataan Dudi terkait pertanyaan Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agency (Asita) Jakarta Herna P Danuningrat soal kemungkinan persaingan bisnis itu.Sebab rata-rata penerbangan di Indonesia menggunakan pesawat yang diproduksi Boeing yang international operation safety audit-nya dilakukan di AS. Sementara larangan terbang keluar dari Uni Eropa yang notabene tempat pesawat keluaran Airbus diproduksi.Namun Dudi yakin, larangan Uni Eropa tidak akan berlangsung lama. Sebab Indonesia sudah melakukan kategorisasi maskapai penerbangan yang telah diperbaharui belum lama ini, di mana Garuda masuk kategori I."Lumayan, Garuda sekarang masuk kategori I dan ini yang harus kita upayakan pada Eropa untuk meyakinkan bahwa kita benar-benar telah berupaya lebih safety dalam hal penerbangan di Indonesia," tuturnya.
(umi/nrl)











































