Mendag: Kenaikan Harga Susu Hanya 2-3 Persen
Selasa, 03 Jul 2007 14:44 WIB
Jakarta - Kenaikan harga susu tidak mencapai 100 persen. Versi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, kenaikan harga susu hanya berkisar 2-3 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Denpasar, Bali.Informasi itu diperoleh Mari setelah mengumpulkan Asosiasi Produsen Pengolahan Susu, Asosiasi Makanan Bayi, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman dan para peritel."Kesimpulannya, setelah kita mendapat data dan masukan dari semuanya adalah berita mengenai kenaikan harga yang muncul itu tidak 100 persen benar," jelas Mari di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/7/2007)."Kalau kita lihat harga di ritel, itu tidak mengalami kenaikan harga signifikan. Dari pantauan kita peroleh hanya sekitar 2-3 persen. Tertinggi kenaikannya di Denpasar," tambahnya. Mari menjelaskan, sebenarnya yang mengalami kenaikan harga hanyalah bahan baku susu hingga 70 persen. Sementara harga bahan baku yang dalam bentuk susu bubuk full cream naik dari US$ 2.800 dolar per ton menjadi US$ 4.500 dolar per ton dari Januari hingga awal Juli ini. Kenaikan itu disebabkan oleh musim kemarau di Australia."Tapi bahan baku itu adalah bagian dari yang digunakan untuk pengolahan susu. Jadi kalau dia naik sebesar itu, nggak berarti harga ritelnya juga naik. Juga ada penggunaan dari dalam negeri," jelas Mari.Menurut Mari, para produsen lantas melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas untuk mengimbangi kenaikan bahan baku tersebut. Jadi walaupun harga dalam negeri naik, tidak naik sebesar itu. "Mereka yakin bisa menekan kenaikan harga tidak sampai harga bahan baku. Jadi mereka memperkirakan mungkin kenaikannya sekitar 5-10 persen dan kenaikannya segera secara bertahap sepanjang tahun ini," ujarnya.Yang paling penting, kata Mari, tidak ada kekurangan stok susu. "Jadi tidak benar kalau ada berita ada yang ngantri dan sebagainya. Itu tidak benar. Jadi konsumen tidak harus khawatir. Stok cukup," tegasnya. Ia menambahkan, para produsen susu sudah memberikan jaminan stok susu mencukupi hingga lebaran dan tahun baru. "Itu pasti lebih dari cukup dan walapun naik harganya tidak signifikan," tandasnya.
(qom/ddn)











































