Konversi Minyak Tanah Hanya Hemat Subsidi Rp 1,28 Triliun
Selasa, 03 Jul 2007 16:00 WIB
Jakarta -
Target penghematan subsidi BBM melalui konversi minyak tanah ke elpiji meleset dari yang ditargetkan.Pemerintah menargetkan penghematan akan mencapai Rp 3,9 triliun namun karena program tersebut tak berjalan mulus maka penghematan hanya mencapai sepertiganya yakni Rp 1,28 trilun."Target konversi sampai akhir 2007 diharapkan minimal 319 ribu kilo liter minyak tanah yang ekuivalen dengan 181 ribu matrik ton elpiji. Dari situ ada penghematan subsidi sekitar Rp 1,28 triliun," ujar Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (3/7/2007).Hanung menjelaskan, turunnya target konversi karena masalah pengadaan logistik yang tidak lancar sehingga dampaknya implementasi program ini tersndat-sendat. "Tapi kita terus memonitoring dan mengevaluasi," ujarnya.Sebelumnya Pertamina menargetkan konversi mencapai 1 juta kilo liter minyak tanah atau ekuivalen dengan 500 ribu ton elpiji.Hanung menambahkan, untuk daerah target konversi sampai akhir tahun ini mencakup DKI Jakarta, Banten, Jabar, sebagian Jateng, sebagian Jatim, dan Bali.Pada bulan Juli-Agustus 2007 ini Pertamina akan memperluas wilayah penyebaran paket konversi ke wilayah Tanah Abang (Jakpus), Tambora dan Taman Sari (Jakbar) untuk 80.000 kepala keluarga. Sedangkan di wilayah Mampang Prapatan, Pasar Minggu dan Kebayoran Baru untuk 78.000 kepala keluarga.Selanjutnya Bandung dan Kabupaten Cimahi, Jawa Barat, masing-masing 80.000 kepala keluarga sehingga totalnya 318.000 kepala keluarga.Di tahun depan Pertamina akan berencana mengkonversi setidaknya 1 juta kilo liter minyak tanah ke elpiji.
(lih/ddn)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































