Pemerintah Tambah Merek Timah
Selasa, 03 Jul 2007 18:30 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana menambah 1 merek lagi untuk timah yang diproduksi dari Provinsi Bangka Belitung. Selama ini baru ada 3 merek timah dari 2 perusahaan, yaitu Banka dan Mentok dari PT Timah Tbk serta Koba dari PT Koba Tin.Penambahan merek ini menjadi pilihan bagi 12 perusahaan tambang timah yang sudah mendapat izin ekspor dari Departemen Perdagangan.Pemberian merek untuk produk timah diperlukan untuk mencegah pemberian merek di luar negeri seperti di Penang, Malaysia dan Phuket, Thailand. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Usaha Ditjen Minerbapabum di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (3/7/2007)."Ada usulan lagi buat eksportir lainnya di luar 2 ini perlu nggak dibuat brand lagi," ujarnya.Selain itu, dengan ada merek, maka timah itu akan terdaftar bursa komoditi logam London Metal Exchange (LME) sehingga mendapat harga yang lebih tinggi dari biasanya. Namun pemberian merek diakui tidak berdampak langsung pada pengurangan penyelundupan."Itu bisa, tapi tidak langsung. Bisa kalau pembelinya tidak mau yang tidak bermerek. Tapi kan ada juga pembeli nggak peduli brand," tambahnya. Kendala lain ada pada biaya yang harus disiapkan untuk pemberian merek. Untuk biaya laboratorium saja setidaknya butuh Rp 20 miliar. Renacananya Gurbenur Bangka Belitung Eko Maulana Ali diberikan waktu 3 bulan untuk mengkaji kemungkinan tersebut. "Kita akan adakan pertemuan-pertemuan ke depan yang leading sectornya saya, dalam rangka brand. Kita akan tambah satu brand lagi. Dengan Dirjen Minerba kita akan bertemu 1 bulan lagi di Bangka," ujarnya.
(lih/ddn)











































