Kain Tenun Bidik Pasar AS
Kamis, 05 Jul 2007 15:04 WIB
Jakarta - Kerajinan kain tenun Indonesia mendapat tempat di berbagai belahan dunia. Hal ini bisa dilihat dari nilai ekspor sebesar US$ 383 juta per tahun. Kain tenun Indonesia diekspor ke sejumlah negara. Antara lain Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Prancis dan Inggris. Kalangan perajin kain tenun akan meluaskan ekspor kain ke AS dan Timur Tengah. Salah satu kain tenun yang menjadi andalan adalah kain songket."Total nilai produksi kain tenun setahun mencapai Rp 1,1 triliun," ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian Sakri Widianto saat berkunjung ke Zaenal Songket di Jalan Kebon Kacang, Jakarta, Kamis (5/7/2007).Berdasarkan data dari Ditjen IKM Depperin jumlah unit usaha kerajinan tenun tradisional mencapai 185.400 unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 381.800 orang."Kehadiran industri tenun tradisional tidak hanya memberi manfaat secara ekonomi tapi juga punya peranan penting dalam pariwisata. Kini hanya terkendala bahan baku misalnya benang sutera masih diimpor dari Cina dan benang emas dari Jepang," ujarnya.Depperin tengah melakukan pembinaan terhadap industri kain tenun di 12 provinsi di antaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.Zaenal Arifin pemilik butik Zaenal Songket, mengatakan prospek pengembangan tenun sangat menjanjikan. Bahkan banyak wisatawan asing yang sengaja datang ke Indonesia hanya untuk mencari kain tenun."Sehingga sekalipun dengan gaya tradisional tapi produk yang dihasilkan tetap berkesan modern," ujarnya.
(ddn/ir)











































