Peritel Cekik UKM Jasa Boga
Kamis, 05 Jul 2007 17:35 WIB
Jakarta - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang makanan alias jasa boga mengeluhkan sulitnya masuk ke pasar ritel. Selain syaratnya segudang, omset juga dipotong 28 persen oleh para peritel.Akibatnya, mereka hanya bisa memasarkan produk makanan dari pintu ke pintu atau bergabung membuka outlet makanan sendiri."Kita dibebani banyak persyaratan, waktu mendaftar kita sudah ditakuti omset dipotong 20 persen, setelah saya hitung dengan pajak dan lain-lain, ternyata potongannya 28 persen," ujar Wakil Ketua Koperasi Jasa Boga Rieny Aryono yang juga pemilik 'Kedai Kita' ketika menerima kunjungan Dirjen IKM Depperin Sakri Widianto di Jalan Kramat Lontar, Jakarta, Kamis (5/7/2007).Keluhan ini disampaikan anggota koperasi. Hampir seluruh peritel seperti Alfa, Giant, Hero, dan Carrefour mencekik para pengusaha kecil dengan syarat yang banyak jika ingin produknya masuk ke gerai ritel."Ini membuat kita masuk ritel jadi tidak bangga. Karena ada persyaratan apabila barang tersebut tidak laku dan waktunya sudah expired, kita harus mengganti barangnya dengan baru. Ini merugikan kita meskipun dia dibayar di awal dengan dana cash," ujarnya.Selain itu, kendala yang dihadapi UKM bidang makanan adalah masalah kemasan. Dengan kemasan yang tidak baik ketika dikonsumsi rasa makanan sudah tidak enak lagi. Oleh karena itu, Rieny meminta Depperin dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM untuk membina para UKM dengan memberikan pelatihan cara membuat kemasan makanan yang baik.
(ddn/qom)











































