Jusuf Kalla Jadi Tukang Gas
Jumat, 06 Jul 2007 14:20 WIB
Jakarta - Apa jadinya jika Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi tukang gas? Pastinya, semua orang akan geli mendengar Wapres berteriak layaknya tukang minyak berjualan.Kejadian itu berlangsung saat Wapres menjelaskan soal kelangkaan minyak tanah dalam jumpa pers usai salat Jumat di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/7/2007).Wapres menjelaskan, program konversi minyak tanah ke gas elpiji saat ini mengalami kendala distribusi. Untuk itu, ia meminta distribusi gas harus sampai ke pelosok-pelosok. Tukang jualan minyak juga harus ganti bisnis jadi tukang gas."Sekarang ini kan banyak orang di kampung teriak minyak, minyak, minyak. Besok itu harus ada yang teriak gas, gas, gas," tutur Kalla menirukan tukang minyak ketika jualan. Wartawan yang hadir pun tertawa mendengar Wapres jadi mirip tukang minyak ini.Wapres menambahkan, program konversi ke elpiji saat ini memang sedang masa transisi. Seperti layaknya masa peralihan, pasti akan banyak masalah."Memang ini ada beberapa kasus tapi ya kita mesti anggap itu sebagai suatu proses. Gas itu ke depannya harus dijual seperti minyak tanah saat ini," ujarnya.Dalam 3 tahun, program konversi minyak tanah ke elpiji akan menghemat uang negara hingga Rp 3 triliun per tahun."Rakyat akan lebih efisien dengan menggunakan gas karena gas itu lebih murah. Jadi saya minta jangan tonjolkan kesalahannya, anggap itu sebagai masa transisi," ujarnya.
(ddn/qom)











































