Pesan Sofyan Djalil Buat Direksi BUMN

Pesan Sofyan Djalil Buat Direksi BUMN

- detikFinance
Jumat, 06 Jul 2007 21:19 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sofyan Djalil melantik direksi dan komisaris di 9 BUMN. Kepada masing-masing BUMN itu Sofyan meminta banyak hal, selain perbaikan manajemen.Pesannya itu disampaikannya dalam saat melantik direksi dan komisaris BUMN di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (6/7/2007).Untuk PT Kereta Api Indonesia, ia menyinggung minimnya investasi yang datang untuk perbaikan rel kereta yang sudah banyak rusak.Sofyan berharap banyak pada rel jalur Priok, rel di Sumatera dan Kalimantan sebagai investasi yang sangat menguntungkan, sehingga keuntungannya bisa mensubsidi rel-rel di daerah lain yang tidak terawat. Kepada PT Kertas Kraft Aceh, ia berpesan agar direksi yang baru bisa menjalankan perusahaan yang baru mendapat bantuan Rp 300 miliar dan US$ 35 juta untuk modal kerja. "Mereka saya interview langsung, jadi saya jamin mereka yang terbaik," ujar Sofyan. Untuk PT Perikanan Nusantara, ia berharap walau dirut barunya, Nasrun sudah berumur, tapi masih bisa bekerja baik dengan semangat yang bagus. Untuk PT Biofarma, ia berpesan agar bisa merebut kesempatan bisnis ke depan. Untuk PT Dirgantara Indonesia, ia berharap khusus, karena susunan direksi PT DI dipilih langsung oleh Dirutnya Budi Wraskito. "Saya percaya, karena Budi pilih sendiri timnya, dan kita tinggal fit and proper test. Jadi tanggungjawabnya lebih berat karena Budi memilih sendiri. Jadi seperti menyerahkan PT DI ke Budi. Kalau ada apa-apa ya Budi," ujar Sofyan. Untuk komisaris baru Pertamina, ia berharap agar bisa membawa Pertamina sebagai perusahaan kebanggaan bangsa. Seperti Malaysia bangga dengan Petronas, dan Arab Saudi bangga dengan Aramco. Untuk PTPN XIV, ia berpesan agar perusahaan ini tidak rugi lagi, tapi bisa untung besar. Untuk direktur keuangan PTPN VII yang baru, Boyke Budiono, ia berpesan agar mau beradaptasi dengan lingkungan perkebunan. Soalnya Boyke selama ini berkiprah sebagai bankir di Bank Negara Indonesia (BNI). (lih/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads