19% Guru Indonesia Absen Ngajar
Minggu, 08 Jul 2007 15:26 WIB
Jakarta - Sebuah survei yang dilakukan di 8 negara membuktikan 19 persen guru Indonesia absen mengajar. Angka ini membuat Indonesia berada di posisi ketiga daftar negara dengan tingkat kehadiran guru terendah.Minimnya ketidakhadirin guru Indonesia itu disinyalir karena rendahnya gaji yang diperoleh. Sehingga banyak guru yang mencari tambahan penghasilan dari kerja sampingan. Kalau sudah begitu, waktu mengajar pun mau tak mau tersita."Merubah prosedur untuk menciptakan kondisi yang lebih baik dan aturan isentif yang mempromosikan karir guru menjadi komponen yang penting," ujar World Bank Country Director Joachim von Amsberg dalam situs resmi Bank Dunia, Minggu (8/7/2007).Survei tersebut memperlihatkan bahwa gaji guru di Thailand dan Filipina lebih besar dua kali lipat ketimbang guru Indonesia.Karena itu, Bank Dunia melalui program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading Project (BERMUTU) berusaha meningkatkan kemampuan guru Indonesia. Dengan begitu, mereka bisa masuk kualifikasi guru yang layak berpendapatan lebih tinggi.Targetnya, dalam 5 tahun ke depan, sesuai UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, jumlah guru yang memenuhi kualifikasi menjadi 2,7 juta orang.Selain itu, terbukti juga bahwa hanya setengah dari murid Indonesia yang diajar oleh guru yang bergelar sarjana. Karenanya, program ini juga merancang perubahan agar pendidikan guru setidaknya harus sarjana.
(lih/nrl)











































