Pertamina-BPH Migas Diminta Berdamai soal Minyak Tanah
Senin, 09 Jul 2007 10:33 WIB
Jakarta - Pemerintah mendesak Pertamina dan BPH Migas segera menyelesaikan perselisihan antara mereka terkait kelangkaan minyak tanah.Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disela-sela rapat kerja dengan Komisi VII di gedung MPR, Jakarta, Senin (9/7/2007)."Saya kira mereka dua-dua perlu melaksanakan ini, dalam masa transisi ini selalu terjadi kesalahpahaman. Hal-hal dimana perlu diperbaiki," ujarnya.Purnomo menjelaskan Pertamina sebagai pelaksana PSO (Public Service Obligation), disamping mendistribusikan BBM bersubsidi, pasti juga tahu daerah-daerah mana yang rawan penyelewengan. Sehingga lebih berpengalaman mendistribusikan BBM subsidi.Disisi lain BPH Migas juga harusnya ikut memantau ke lapangan. Bahkan Purnomo mengaku sudah berulang kali menginstruksikan BPH Migas agar aktif dalam pengawasan barang bersubsidi. Lebih lanjut Purnomo menyatakan, perselisihan seperti ini merupakan hal yang biasa terjadi dalam masa transisi.Sebelumnya, Pertamina memegang peranan penuh sebagai produsen dan distributor. Namun sejak beberapa tahun lalu, BPH Migas didirikan untuk mengawasi distribusi BBM subsidi dan gas bumi melalui pipa.
(lih/qom)











































