Penyumbang Inflasi Terbesar
Minyak Goreng Gantikan Beras
Senin, 09 Jul 2007 14:43 WIB
Yogyakarta - Kenaikan harga minyak goreng menyumbang inflasi terbesar di Yogyakarta. Minyak goreng berhasil menggeser beras yang para triwulan sebelumnya menjadi penyumbang inflasi terbesar.Dari 10 komoditas penyumbang, minyak goreng menempati urutan pertama sebesar 0,16 persen dalam tiga bulan terkahir ini.Hal itu diungkapkan Kepala Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Endang Sedyadi kepada wartawan di Acasia Resto Jl Palagan Tentara Pelajar, Rejodani, Ngaglik Sleman, Senin (9/7/2007)."Minyak goreng paling tinggi dengan 0,16 persen selama triwulan ini. Hal ini dipengaruhi oleh naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) dipasaran luar negeri," kata dia.Menurut dia, penemuan CPO sebagai bahanbio fuel mengakibatkan ekspor CPO lebih menguntngkan jika dibandingkan sebagai bahan baku produksi minyak goreng. Akibatnya harga minyak goreng di pasaran juga ikut naik hingga mencapai Rp 10 ribu/liter.Dia mengatakan keadaan sekarang terbalik jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Beras pada triwulan lalu jadi penyumbang terbesar pembentukan infilasi. Namun sekarang justru memberikan sumbangan minus 0,54 persen."Hal ini disebabkan oleh terjadi pergeseran panen raya yang seharusnya terjadi pada triwulan pertama tapi baru terjadi pada triwulan kedua sehingga merubah pula pertumbuhan ekonomi di DIY," ujar dia.Setelah minyak goreng kata dia, 10 penyumbang terbesar terhadap inflasi triwulanan adalah daging ras dan nasi masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,13 persen. Selanjutnya diikuti material pasir sebesar 0,07 persen. Hal ini diakibatkan tingginya permintaan warga Yogyakarta untuk membangun rumah pasca gempa.Pada urutan kelima dan keenam ditempati kontrakkan rumah dan bensin sebesar 0,05 persen. Selanujutnya diikuti sepeda motor, rokok kretek filter dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,04 persen. Terakhir adalah roti manis sebesar 0,03 persen.
(bgs/qom)











































