HSBC Berminat Danai Proyek Listrik 10 Ribu MW
Selasa, 10 Jul 2007 00:15 WIB
Jakarta - PLN menyediakan alternatif lain untuk pendanaan proyek 10.000 MW. HSBC dan sebuah bank Perancis menyatakan minatnya untuk mendanai proyek ini jika pendanaan dari Cina macet.Hal ini disampaikan Dirut PLN Eddie Widiono disela-sela acara di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (9/7/2007)."Kita menerima tawaran dari bank asing, satu bank HSBC (Hongkong Shanghai Banking Corporation) dan satu bank dari Prancis," ujarnya.Walau mengajukan bungan pinjaman lebih tinggi dari pinjaman Cina, kedua bank itu berani memberi pinjaman tanpa jaminan pemerintah seperti Cina. Jenis pinjaman bunga yang ditawarkan adalah pinjaman lunak."Kalau tanpa jaminan pemerintah tetap diberi (pinjaman) tapi bunganya premium," papar Eddie.Namun ia enggan menyebutkan berapa besaran bunga yang diajukan kedua bank itu.Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini tim pemerintah yang diketuai Menko Perekonomian Boediono sedang melaksanakan negosiasi tahap akhir dengan Cina."Mereka hari ini (Senin) tengah merancang negosiasi tahap akhir. Saya yakin tim gabungan Departemen Keuangan (Depkeu) dan PLN akan mampu menyelesaikan," katanya.Sesuai ketentuan, kontraktor proyek 10.000 MW harus menyediakan dana 85 persen dari kebutuhan proyek yang dibangun. Sejauh ini perusahaan Cina mendominasi pemenang tender proyek 10.000 MW.Sedangkan Pemerintah Cina masih belum sepakat dengan pola penjaminan yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Karena itu, kedua pemerintah sedang bernegosiasi terkait masalah tersebut.
(lih/nvt)











































