Warga Yogya Sulit Berpaling Dari Minyak Tanah

Warga Yogya Sulit Berpaling Dari Minyak Tanah

- detikFinance
Selasa, 10 Jul 2007 14:38 WIB
Yogyakarta - Program konversi minyak tanah ke elpiji tampaknya akan mengalami kendala di Yogyakarta. Penyebabnya karena warga di Yogyakarta ogah mengubah kebiasaan menggunakan kompor minyak tanah, arang maupun bahan bakar kayu untuk memasak.Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Syahbenol Hasibuan kepadawartawan di kantor Gubernur DIY Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/7/2007)."Untuk mengubah perilaku kan susah, apalagi untuk berganti dari kompor minyak tanah ke kompor gas," kata Hasibuan.Menurutnya Yogyakarya mendapat jatah kompor gas sebanyak 80 ribu unit. Angka ini masih dirasa kurang karena berdasarkan data pemprov DIY, kalangan rumah tangga yang menggunakan minyak tanah sebanyak 300 ribu. "Hasil survei dan jajak pendapat yang dilakukan Pemprov DIY sebagian besar warga mengeluhkan tidak mampu membeli gas untuk keperluan rumah tangga. Mereka hanya sanggup membeli minyak tanah saja," jelas Hasibuan."Beli gas itu kan tidak bisa ngeteng atau eceran. Tidak seperti beli minyaktanah. Itu yang membuat keberatan," tambahnya.Menurut dia, saat ini yang harus dipikirkan pemerintah adalah upaya untuk mengubah perilaku atau kebiasaan warga dari menggunakan minyak tanah ke gas. "Persoalan mengubah perilaku tidaklah mudah dan perlu waktu.Pemerintah tampaknya perlu berpikir, beli setengah kilo gas, boleh atau tidak," katanya.Sosialisasi penggunaan kompor gas juga perlu dilakukan mengingat banyak karena ketidakmengertian penggunaan berujung pada kematian.Dia kemudian menceritakan sebuah kejadian di sebuah rumah tangga di Yogyakarta. Seorang ibu menyuruh anak perempuannya untuk menghidupkan kompor gas. Namun saattombol pemantik diputar dan ditekan tapi api tidak menyala. SI anak tersebut lalu meninggalkan kompor dengan keaadaan pemantik hidup karena dianggap tak ada gasnya. Untungnya saat itu keadaan dapur dan ruangan lain terbuka. Namun akan berbahaya bila kondisi ruangan tertutup atau ada api."Saat ibunya datang tabung gas sudah kosong. Ini bisa bahaya dan bisa terjadi kebakaran," katanya. (bgs/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads