Harga Minyak Goreng Kemasan Melambung di Yogya
Rabu, 11 Jul 2007 14:24 WIB
Yogyakarta -
Pengenaan pungutan ekspor tambahan untuk crude palm oil (CPO) dan turunannya terbukti mampu menurunkan harga minyak goreng curah. Namun tak terbukti berhasil menurunkan harga minyak goreng kemasan. Bahkan di Yogyakarta harganya melambung hingga Rp 10 Ribu per liter.Kenaikan ini membuat masyarakat Yogya mengurangi konsumsi minyak goreng kemasan, imbasnya angka penjualan pun menurun drastis.Berdasarkan pantauan detikfinance di Pasar Beringharjo dan Pasar Lempuyangan, Yogyakarta, Rabu (11/7/2007).Harga minyak goreng kemasan lebih tinggi dibandingkan harga minyak goreng curah jenis Barco. Minyak goreng kemasan merek-merek terkenal di pasaran dijual dengan harga Rp 9.500-10.000 per liter.Martini (45) salah seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo mengatakan akibat kenaikan harga minyak goreng selama dua bulan ini mengakibatkan pendapatannya menurun hingga 30 persen."Sebelum ada kenaikan menjual minyak goreng kemasan lebih dari 50 liter per hari sangat mudah. Sekarang paling banter 30 liter saja," katanya.Akibat harga yang terus naik, kata dia, banyak yang beralih ke minyak goreng curah yang harganya telah turun dibawah Rp 9.000 per liter.Hal senada juga dikatakan oleh Suyati (50), seorang pedagang minyak goreng curah di Pasar Lempuyangan. Semakin banyak kalangan rumah tangga yang beralih ke minyak goreng curah daripada kemasan."Dalam satu hari bisa menjual lebih dari 6 jerigen minyak goreng curah isi 18 liter" ujar Suyati senang.
(bgs/arn)










































