Kualitas Pertumbuhan Ekonomi RI Kurang Baik

Kualitas Pertumbuhan Ekonomi RI Kurang Baik

- detikFinance
Kamis, 12 Jul 2007 13:28 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2007 diperkirakan akan mencapai 6 hingga 6,11 persen, atau lebih tinggi dibanding triwulan I-2007 sebesar 5,98 persen. Namun laju pertumbuhan ini dianggap belum memuaskan."Kualitas pertumbuhan enggak baik, kalau kemiskinan dan pengangguran masih banyak. Ini menandakan pertumbuhan ekonomi yang kurang baik," ujar Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis di sela-sela seminar mengenai Dana Alokasi Umum (DAU) di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (12/7/2007).Emir juga menyoroti minimnya belanja pemerintah pusat pada tahun ini. Sebelumnya dalam APBN pemerintah menargetkan belanja sebesar Rp 504,8 triliun namun dalam rencana perubahan APBN 2007, belanja pemerintah pusat turun menjadi Rp 493,9 triliun."Gimana belanja mau naik penerimaannya turun. Pajak turun Rp 20 triliun, PNBP juga turun," ujarnya.Penurunan setoran pajak ini menurut Emir terjadi karena situasi ekonomi yang belum kondusif atau ekonomi masih dalam keadaan stagnan."Orang pajak kan beralasan ekonominya enggak tumbuh, belum kondusif kalau ditekan lagi pajaknya pengusaha bakal mati atau lari. Ini artinya apakah pertumbuhan ekonomi yang dilebih-lebihkan atau pajaknya yang memble," ujarnya.Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta mengatakan pemerintah masih yakin pertumbuhan ekonomi tahun 2007 semester I diperkirakan mencapai 6 persen. Triwulan II-2007 ekonomi tumbuh sedikit di atas 6 persen. Dengan demikian laju pertumbuhan ekonomi semester I-2007 akan mencapai 6,04 persen."Semua indikator menunjukkan perkembangan positif pada bulan Juni. Menguatnya laju pertumbuhan ekonomi didorong oleh perbaikan kinerja konsumsi masyarakat, investasi, ekspor dan jasa," ujarnya.Pemerintah juga berharap penyaluran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) bisa terealisasi hingga 90-92 persen. "Dari sisi ekonomi, kementerian dan lembaga, seluruh sektor tahun ini kita bisa menyerap 90 persen sesuai rencana, mudah-mudahan lebih baik," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads