Nike Dituding Semena-mena

Nike Dituding Semena-mena

- detikFinance
Senin, 16 Jul 2007 10:18 WIB
Jakarta - Penghentian kontrak sepatu Nike terhadap dua pabrik di Indonesia yakni PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan PT Nagasakti Paramashoes Industry (NASA), dinilai karyawan sebagai bentuk kesemena-menaan manajemen Nike yang ada di Indonesia."Keputusan di Indonesia tidak dapat persetujuan dari Nike pusat," kata Sunardi karyawan PT Nagasakti Paramashoes Industry. Sunardi bersama ribuan karyawan NASA dan HASI-- yang keduanya dimiliki oleh PT Central Cipta Murdaya milik pengusaha Hartati Murdaya--, melakukan demo di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), lokasi kantor perwakilan Nike di Indonesia, Senin (16/7/2007).Sunardi menceritakan, Nike sejak beberapa bulan terakhir memang memberikan order di bawah kapasitas pabrik NASA dan HASI yang mencapai 900 ribu sampai 1 juta pasang sepatu per bulan.Sedangkan order yang diberikan Nike turun drastis hanya sebesar 200-300 ribu. Alasan Nike lanjut Sunardi, karena kualitas di bawah standar, tidak inovatif, tidak komunikatif dan tidak efisien."Alasan itu mengada-ada. Tidak benar kalau di bawah standar karena kita dapat penghargaan produsen sepatu terbaik dunia dan ketiga di dunia," ujar Sunardi.Penurunan order ini kata Sunardi, sama saja dengan mematikan pabrik dan 14 ribu karyawan HASI dan NASA terkena dampaknya. Sementara berdasarkan keterangan Nike Indonesia, penghentian kontrak tersebut karena ketidakmampuan kedua pabrik itu menjaga standar mutu dan pengiriman produk. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads