RI Jangan Terkena Imbas Perang Dagang AS-Cina

RI Jangan Terkena Imbas Perang Dagang AS-Cina

Arin Widiyanti - detikFinance
Senin, 16 Jul 2007 12:45 WIB
Jakarta - Perang dagang produk makanan antara Cina dan AS yang mencuat dalam beberapa minggu terakhir membuat pengusaha nasional mulai cemas.Pasalnya, kini pihak kepabeanan sudah mengetatkan barang impor terutama dari Cina, yang membuat pemeriksaan semakin lama dan membikin ekonomi biaya tinggi. Pengusaha nasional berharap Indonesia tidak terpengaruh terhadap isu perang dagang Cina dan AS itu."Saat ini Indonesia sedang giat-giatnya meningkatkan perdagangan dengan Cina yang kini nilainya mencapai US$ 13 miliar dan ditargetkan tahun 2010 menjadi US$ 30 miliar," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Dharmawan saat dihubungi detikFinance, Senin (16/7/2007)."Apalagi saat ini ASEAN juga sedang giat-giatnya menuju kesepakatan FTA (Free Trade Area) antara ASEAN dan Cina," lanjut Thomas.Pengetatan pemeriksaan barang oleh kepabeanan itu menurut Thomas, merupakan bentuk kewaspadaan Indonesia terhadap pengamanan pangan.Namun Thomas berharap pemeriksaan tersebut jangan berlebihan sehingga timbul sentimen terhadap barang makanan impor terutama dari Cina."Kondisi ini telah membuat importir legal menjdai korbannya. Karena mengakibatkan biaya tinggi akibat pemeriksaan yang berulang-ulang. Semua produk harus dibuka yang memperlambat pengiriman sehingga menambah biaya," tutur Thomas. AS telah melarang sejumlah produk makanan asal Cina karena diduga mengandung toksin dan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kematian. Barang tersebut seperti buah beku, sari buah, serta pasta gigi.Sedangkan pihak Cina membalasnya dengan memusnahkan sejumlah suplemen kesehatan asal AS karena dianggap tidak memenuhi standar keselamatan. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads