3 Proyek Listrik Terancam Molor
Senin, 16 Jul 2007 13:45 WIB
Jakarta - Bermasalahnya penjaminan pemerintah Indonesia untuk proyek 10.000 MW, membuat proyek 3 PLTU yang sudah siap dilakukan jadi mundur. Ketiganya adalah PLTU Pacitan, PLTU Pelabuhan Ratu, dan PLTU Teluk Naga. Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Eddie Widiono disela-sela Signing Ceremony Stakeholder Agreements dengan Areva di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (16/7/2007). "Tadinya sudah ada 3 yang siap, tapi harus tunggu izin pemegang saham terkait kesiapan pendanaan," ujarnya. Ketiga pembangkit tersebut memang termasuk dalam proyek 10.000 MW yang pendanaannya didapat dari Sinosure, Cina. Namun pemerintah Cina masih mempermasalahkan penjaminan pemerintah Indonesia yang tidak sepenuhnya. Pemerintah Indonesia melalui Departemen Keuangan hanya menyanggupi penjaminan di bagian-bagian tertentu, bukan semua proyek. Saat ini Departemen Keuangan masih berunding dengan Sinosure untuk mencapai kata sepakat. "Pendanaan tidak masalah, tinggal penjaminannya," katanya. Eddie mengharapakan, masalah tersebut dapat segera dituntaskan, sehingga proyek 10.000 MW bisa kembali berjalan. Sedangkan terkait pengambilan gas dari lapangan Tangguh, PLN mengaku tidak akan berubah pikiran. PLN tetap berminat pada gas Tangguh, meski BP proyek tersebut belum mendapat kejelasan pendanaan sekitar US$ 880 juta. "Masalah pendanaan kan bisa diatasi, makanya kita harus optimis, dong" katanya. Sebelumnya jumlah dana tersebut akan didapat dari perbankan Cina, namun 2 minggu lalu BP menawarkan kembali pendanaan tersebut pada publik. Baik di Indonesia dan di internasional.
(lih/ir)











































