SBY Dorong Inovasi Farmasi
Senin, 16 Jul 2007 14:09 WIB
Padalarang -
Banyaknya wabah menular dan temuan jenis penyakit baru, membutuhkan penanganan yang lebih spesifik. Permintaan masyarakat yang kini kian peduli kesehatan terhadap obat-obatan pun terus meningkat. Terkait itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para peneliti di bidang farmasi terus berinovasi agar obat yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. "Saya mendorong peneliti Indonesia untuk dapat mewujudkan temuan-temuan di bidang kesehatan," ujar Presiden SBY dalam sambutannya saat meresmikan pabrik PT Sanbe Caprifarmindo Laboratories, Padalarang, Jawa Barat (16/7/2007). Bersama bencana alam dan kekurangan gizi, wabah penyakit menular saat ini merupakan salah satu ancaman utama terhadap stabilitas dan kelangsungan pembangunan ekonomi negara. Sebab sebagian besar yang menjadi korban adalah anak-anak dan warga yang sedang dalam usia produktif. Kepala Negara kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat dan meningkatkan pembangunannya bidang kesehatan, khususnya bagi rakyat kecil. SBY yakin bahwa kemampuan inovasi dan pengusasaan teknologi putra-putri Indonesia yang tidak kalah dibanding tenaga kesehatan negara asing akan mampu mengimbanginya. "Dengan makin tumbuhnya ekonomi, pemerintah mengalokasikan dana dari APBN pada 2007 setara dengan Rp 20 triliun. Jumlah itu rasanya sudah memadai," ujar Presiden.
(lh/ddn)










































