RI Balikin Utang US$ 19,1 Juta
Senin, 16 Jul 2007 16:27 WIB
Jakarta - Selama triwulan I-2007 pemerintah bisa menghemat penarikan utang luar negeri untuk pembiayaan proyek (loan surplus). Akibatnya pemerintah Indonesia akan mengembalikan utang luar negeri yang berasal dari pinjaman proyek paling sedikit US$ 19,1 juta pada tahun ini. Hal tersebut disampaikan Deputi Menneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo, di Gedung Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta, (16/7/2007). "Penghematan itu diperoleh dari tiga proyek uang yang sudah selesai pada triwulan I-2007, masing-masing di Depdiknas, Deptan dan DKP semua proyek itu dari ADB (Asia Development Bank) semua, misalnya pinjam US$100 juta, tapi setelah proyek hampir selesai, ada hanya terpakai US$ 95 juta, ada sisa US$ 5 juta yang tak terpakai karena berbagai alasan seperti efisiensi" jelasnya. Selain itu juga, Lukita mengatakan bahwa walaupun terjadi penambahan penarikan pinjaman program untuk menutup defisit dalam APBN-P 2007 Rp 2,8 triliun, akan tetapi jumlah total utang luar negeri pemerintah sampai 2007 akan berkurang, penyusutan utang termasuk pinjaman proyek mencapai Rp 15 triliun. "Akhir 2007, kalau APBN semula menjadi Rp 550 triliun. sekarang perbedaannya sekitar 2 triliun, maka dari Rp 550 triliun menjadi Rp 552 triliun," paparnya.Hal ini terjadi karena penguatan nilai tukar rupiah dan penarikan utang luar negeri yang lebih kecil jika dibanding pembayarannya.
(dnl/ddn)











































