Hartati Murdaya Ancam Tutup Pasar Nike di Indonesia

Hartati Murdaya Ancam Tutup Pasar Nike di Indonesia

- detikFinance
Senin, 16 Jul 2007 17:38 WIB
Jakarta - Penghentian order pembuatan sepatu Nike di Indonesia bikin pengusaha Siti Hartarti Murdaya sakit hati. Hartati yang telah menjadi mitra Nike di Indonesia selama 18 tahun mengancam akan memutus pasar Nike di Indonesia. Ancaman itu akan menjadi kenyataan jika pihak Nike tetap memutuskan kontrak dua pabrik miliknya PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan PT Naga Sakti Parama Shoes Industry (NASA) yang memproduksi sepatu tersebut."Kalau mereka tetap seperti itu saya juga akan mencabut yang ritel," kata Hartati usai konferensi pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta (16/7/2007).PT Central Cipta Murdaya (CCM) milik Hartarti kini mempunyai sekitar 17 outlet Nike di Indonesia. CCM mendapat lisensi resmi penjualan sepatu Nike di Indonesia. Selain CCM ada juga perusahaan lain yang turut menjual Nike seperti PT Mitra Adi Perkasa Tbk, namun jumlahnya kalah jauh."Tapi kami yang mayoritas untuk penjualan ritel di Indonesia," kata Prajna Murdaya pengurus CCM Group yang juga merupakan putra mahkota Hartati untuk bisnisnya.CCM juga memegang lisensi produksi sepatu Nike melalui dua pabriknya HASI dan NASA. Kedua pabrik yang memiliki kapasitas 900 ribu unit pasang sepatu per bulan ini kini hanya diberi order 200 ribu pasang sepatu per bulan oleh Nike. Pihak Nike AS juga akan menghentikan kontrak mulai akhir 2007.Berdasarkan keterangan Nike Indonesia, penghentian kontrak tersebut karena ketidakmampuan kedua pabrik itu menjaga standar mutu dan pengiriman produk. Sementara Prajna mengatakan sebagai distributor ritel sepatu Nike di Indonesia, pihaknya juga tidak diizinkan untuk membeli sepatu langsung dari pabriknya yaitu HASI dan NASA. Sepatu tersebut dibeli dari Nike."Sejak 15 tahun lalu sepatu yang kami jual juga kami beli dari Nike," ujarnya.Hartati juga mengatakan pihaknya akan mengajukan tuntutan hukum atas tindakan Nike yang semena-mena mengalihkan ordernya pada pabrik yang lebih murah dan menghentikan order pada HASI dan NASA."Kalau mereka tidak mau ngasih order saya akan ambil langkah hukum ke Amerika, karena kontraknya di Amerika," ujarnya. (ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads