Kouta BBM Bisa Fleksibel Tergantung Kebutuhan

Kouta BBM Bisa Fleksibel Tergantung Kebutuhan

- detikFinance
Senin, 16 Jul 2007 19:30 WIB
Jakarta - Kuota BBM untuk tahun ini pada APBN-P 2007 adalah 36,1 juta kilo liter. Namun kuota masing-masing jenis BBM bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan asalkan dana subsidi yang harus dibayar pemerintah tidak bertambah.Awalnya, fleksibiltas kuota ini merupakan usulan Pertamina, belajar dari pengalaman tahun lalu. Demikian kesepakatan antara pemerintah dan Komisi VII DPR dalam rapat kerja di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2007). "Nggak masalah kalau kuota ditekan, kami akan tunduk. Tapi kalau nanti ternyata kurang bagaimana. Jangan sampai kejadian seperti Desember tahun lalu saat kelangkaan terjadi," kata Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Ahmad Faisal saat raker.Berdasarkan perhitungan, memang kebutuhan BBM akan naik pada triwulan ketiga tahun ini. Saat itu ada Hari Raya Lebaran, Natal, dan puasa."Nanti kan ada lebaran, natal, dan puasa. Jadi kalau kuota minyak tanah naik, tapi premium turun, nggak masalah, asalkan subsidinya tidak melebihi yang ditentukan," ujar Dirjen Migas Luluk Sumiarso usai raker.Rincian kuota tersebut adalah premium 16,6 juta kiloliter, kerosin (minyak tanah) 9,6 juta kiloliter, dan solar 9,9 juta kiloliter. Sedangkan untuk kebutuhan konversi minyak tanah ke elpiji, elpiji yang disediakan adalah 181.300 ribu ton.Dengan kuota tersebut, berdasarkan patokan harga minyak US$ 60 per barel, dan kurs Rp 9.100 maka subsidi yang harus digelontorkan pemerintah sekitar Rp 50 triliun. Angka ini turun dari subsidi dalam APBN 2007 yang sebesar Rp 60 triliun. "Jadi memang turun," katanya.Turunnya subsidi selain karena kuota yang ditekan juga karena patokan nilai tukar rupiah yang digunakan berubah dari Rp 9.300 menjadi Rp 9.100 per dolar AS. Namun Luluk menekankan, nilai kurs masih akan ditentukan oleh panitia anggaran. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads