Anggaran Subsidi Listrik Membengkak Rp 6,6 Triliun

Anggaran Subsidi Listrik Membengkak Rp 6,6 Triliun

- detikFinance
Senin, 16 Jul 2007 19:42 WIB
Jakarta - Komisi VII DPR RI dan pemerintah menyepakati subsidi listrik naik Rp 6,6 triliun menjadi Rp 32,4 triliun pada perubahan APBN 2007. Bahkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berpeluang mendapatkan marjin keuntungan sebagai kompensasi pelaksana PSO (public service obligation). "Subsidi jadi Rp 32,4 triliun. Belum termasuk kompensasi," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2007). Semula pada APBN 2007, subsidi untuk listrik adalah Rp 25,8 trliun tanpa kompensasi untuk PLN. Kenaikan subsidi listrik disebabkan pertumbuhan listrik yang naik cukup signifikan hingga Mei tahun ini, sebesar 6,6 persen. Padahal, targetnya justru ditekan hanya 0,51 persen. Konsekuensinya, penjualan yang tadinya hanya 111 miliar Kwh diperkirakan naik menjadi 117 miliar Kwh pada akhir 2007. Dengan naiknya penjualan listrik, maka kebutuhan bahan bakar pun meningkat terutama BBM. Sedangkan terkait kompensasi PSO untuk PLN, Komisi VII pesimis panitia anggaran DPR akan meluluskan hal tersebut. Soalnya, pada raker tadi disepakati bahwa kompensasi PSO hanya diberikan jika keuangan negara memang memungkinkan. Dan hal itu masih akan dibahas dalam rapat di panitia anggaran. "Belum tentu bisa," kata Ketua Komisi VII Agusman Effendi. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads