No Problemo, No Hartati Murdaya

No Problemo, No Hartati Murdaya

- detikFinance
Selasa, 17 Jul 2007 10:30 WIB
Jakarta - Nama pengusaha Hartati Murdaya kembali jadi sorotan. Bukan karena dia sedang menggelontorkan investasi baru, tapi kali ini namanya kembali populer dengan masalah baru. Belum selesai masalah dengan Bea Cukai-- terkait penangkapan truk kontainer yang berisi ribuan pasang sepatu perusahannya karena keluar dari kawasan berikat tanpa izin pada Maret lalu-- kini timbul lagi masalah.Sepatu Nike memutuskan menghentikan order dengan pabrik sepatu PT Hardaya Aneka Shoes Industry (HASI) dan PT Naga Sakti Parama Shoes Industry (NASA) akhir tahun ini. Ribuan karyawannya resah bukan kepalang karena dihantui PHK massal.Hartati pun meradang dan merasa sakit hati karena diperlakukan semena-mena oleh Nike setelah menjalin mitra selama 18 tahun.Istri dari pengusaha Murdaya Poo ini mengaku tidak sanggup membayar pesangon karyawan HASI dan NASA, jika pabrik itu harus tutup karena diputusnya order sepatu dari Nike. Pesangon untuk 14 ribu karyawan itu diperkirakan mencapai US$ 40 juta."Saya tidak bisa tidur takut demo itu ditunggangi, kirain yang datang cuma 2.000 ternyata 14 ribu, saya takut rusuh," kata Hartati dalam jumpa pers menanggapi demo 14 ribu karyawannya di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin kemarin (16/7/2007).Nike Indonesia beralasan penghentian kontrak tersebut karena ketidakmampuan kedua pabrik itu menjaga standar mutu dan pengiriman produk. Namun Hartarti mensinyalir pemutusan order dari Nike tersebut karena adanya pesaing yang ingin merebut bisnisnya. Hartati mengatakan dirinya senang jika ada kompetitor yang mengambil alih pabriknya karena sudah capek berurusan dengan Nike."Pabrik sudah saya serahkan ke anak-anak saya (karyawan) tapi saya tidak akan lari," cetus Hartati.Bukan kali ini saja nama Hartati mencuat karena masalah. Dia juga pernah berseteru dalam yayasan kerohanian yang dipimpinnya Walubi meski akhirnya bisa kembali tenang.Tapi Hartati bukan tipikal pengusaha yang pantang menyerah. Ketika Nike memutuskan ordernya, Hartati balik menggertak dengan ancaman menutup pasar Nike di Indonesia. Melalui Central Cipta Murdaya (CCM) Group, Hartati menguasai mayoritas jaringan pemasaran sepatu Nike mengalahkan PT Mitra Adiperkasa Tbk. Jika ini terjadi Nike tentu sangat terpukul, karena pasar di Indonesia lumayan menggiurkan.Hartati juga dikenal memiliki sejumlah perusahaan di luar sepatu yang cukup terkenal. Ibu empat anak ini memiliki berbagai perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi, perlistrikan, pertanian, hingga manufaktur Dua aset propertinya PT Metropolitan Kentjana Tbk, yang mengelola Pondok Indah Mall dan Mal Puri Indah di bilangan Kembangan Jakarta Barat juga cukup sukses.Hartati juga tidak buta politik terbukti dia pernah menjadi anggota MPR-RI Fraksi Utusan Golongan. Sempat pula menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1998. Sayang belakangan namanya lebih sering muncul karena ada sejumlah masalah. Tapi Hartati punya banyak jawaban, seperti dalam kasus dengan Bea Cukai yang dilansir berpotensi merugikan negara Rp 612 juta."Itu kan ada yang bermain. Kan harusnya saya yang dirugikan kok kenapa saya yang dipojokin gitu. Itu kan sepatu dicuri oknum karyawan tapi terus dikembalikan ke pabrik saya," katanya.Kali ini publik hanya bisa menunggu cara Hartati mengatasi masalah. Jangan sampai konglomerat dan produsen sepatu terkenal ribut, tapi karyawan yang jadi korbannya. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads