Atasi Krisis Listrik Sumut, PLN dan Inalum Barter Listrik
Rabu, 18 Jul 2007 13:58 WIB
Jakarta - Untuk mengurangi krisis listrik di wilayah Sumatera Utara, PT PLN dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan saling menukar cadangan listik (swap).Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, hari ini PLN dan Inalum akan melakukan perjanjian mengenai pertukaran listrik tersebut. Pemerintah menilai pasokan listrik dari Inalum merupakan alternatif paling cepat untuk meminimalkan defisit listrik di Sumut yang mencapai 325 MW saat beban puncak atau malam hari."Saya rasa Inalum paling cepat. Ini Rabu kan, akan ditandatangani semacam ikatan perjanjian listrik untuk Sumut antara Inalum dengan PLN. Karena mereka yang resmi dulu," katanya di sela-sela pelantikan eselon I di kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (18/7/2007).Sementara itu, Dirut PLN Eddie Widiono menjelaskan, Inalum juga meminta kompensasi atas air yang digunakan untuk menggerakkan pembangkit PLTA Asahan II milik Inalum.Semula, PLN menawarkan listrik sebesar 30 MW selama 18 jam pada waktu diluar beban puncak pada Inalum. Sebagai gantinya, Inalum memberikan pasokan listrik sebesar 90 MW selama 6 jam pada beban puncak. Dengan perhitungan itu, maka barter impas."Tapi dalam pembicaraan terakhir Inalum meminta dalam perhitungan swapnya dimasukkan nilai kerugian mereka dari kehilangan air," ujarnya.Penawaran yang diajukan Inalum PLN memberikan 31 MW selama 19 jam ke Inalum, dan PLN mendapatkan 90 MW selama 5 jam dari Inalum. Dengan kata lain, listrik yang diberikan ke Inalum lebih besar. Pemerintah sebelumnya berencana mengambil alih pembangkit listrik milik PT Inalum untuk mengatasi defisit listrik di Sumut. Opsi ini merupakan opsi jangka panjang.
(lih/ddn)











































