Program Konversi Elpiji Kacau, Inflasi Mengintai
Kamis, 19 Jul 2007 13:59 WIB
Jakarta - Program konversi minyak tanah ke elpiji yang tidak berjalan lancar dapat mengancam kenaikan inflasi.Pengamat ekonomi Anton Gunawan mengatakan dalam waktu dekat potensi melonjaknya inflasi bisa terjadi, sehingga mengacaukan target inflasi pemerintah yang sebesar 6 persen tahun ini."Kalau program perpindahan minyak tanah ke elpiji tidak berjalan lancar, kenaikan inflasi akan terjadi. Apalagi Pertamina juga akan menaikkan harga elpiji," kata Anton.Hal itu diungkapkan Anton di acara seminar 'Citi Indonesia Mid Year Economic Outlook 2007' di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/7/2007). Di sisi lain ujar Anton, harga minyak tanah juga sudah meningkat karena adanya program konversi yang membuat Pertamina mulai mengurangi stok minyak tanah di pasar.Sementara pengamat ekonomi Chatib Basri mengatakan, penurunan BI Rate yang terlalu drastis tanpa diiringi penurunan bunga kredit oleh bank juga akan meningkatkan inflasi."Bank tidak menurunkan lending rate terlalu cepat karena memasukkan faktor risiko kedalam penghitungan bunga kreditnya. Sehingga perlu ada biro kredit yang mensimetrikan informasi," tutur Chatib.Untuk itu, Chatib menilai perlu adanya semacama biro kredit yang memberikan informasi secara jelas kepada bank tentang kondisi risiko sebenarnya di sektor riil.
(ir/qom)











































