Korsel Ikut Peringatkan Garuda
Kamis, 19 Jul 2007 15:53 WIB
Seoul - Maskapai-maskapai penerbangan Indonesia sepertinya tak putus dirundung masalah. Belum tuntas masalah larangan terbang Uni Eropa dan permintaan klarifikasi dari Arab Saudi, kini giliran Korea Selatan (Korsel) memberi peringatan.Korsel memberikan peringatan kepada tujuh maskapai penerbangan asing menyusul tewasnya 13 warga negaranya dalam kecelakaan pesawat PMT Air di Kamboja Juni lalu.Ketujuh maskapai yang mendapat peringatan adalah Progress Multi Transportation (PMT) Air, Royal Khmer Airlines, Garuda Indonesia, Iran Air, Sakhalinks Airlines, Vladivostok Air dan Dalavia Far East Airways."Kementerian transportasi telah melakukan pengecekan keamanan khusus terhadap tujuh maskapai asing dan menemukan adanya 37 kasus yang gagal memenuhi standar keamanan. Kami telah memerintahkan mereka untuk memperbaiki masalah-masalah itu," ujar kementerian transportasi Korsel dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (19/7/2007).Kementerian transportasi Korsel akan menyampaikan hasil temuannya tersebut kepada pejabat yang berwenang di negara setempat. Selain itu, mereka juga akan diminta untuk memperkuat prosedur keamanannya.PMT Air masuk dalam daftar tersebut karena mengoperasikan pesawatnya tanpa persediaan suku cadang. Sementara Sakhalinsk Airlines dinilai menyediakan suku cadang yang tidak sesuai standar. Untuk Royal Khmer dinilai tidak mengupdate layanan rutenya.Kementerian transportasi itu juga akan meluncurkan daftar maskapai dengan tingkat kecelakaan yang tinggi, menyerupai daftar yang dikeluarkan oleh Uni Eropa.
(qom/ir)











































