Pembangunan Infrastruktur Tak Bisa Andalkan Dana APBN
Kamis, 19 Jul 2007 16:09 WIB
Yogyakarta -
Pembangunan infrastruktur tak bisa hanya mengandalkan dana dari APBN yang sudah compang-camping untuk membayar utang dll. Untuk itu, pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi swasta untuk masuk ke berbagai proyek infrastruktur. Hal itu dikemukakan oleh Boedino saat membuka Rakernas Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) di gedung Jogja Expo Center (JEC) di Jl Janti Yogyakarta, Kamis (19/7/2007)."Sekarang ini pemerintah mulai memilih infrastruktur mana yang langsung dibiayai APBN dan mana yang dibuka untuk investasi swasta," kata dia.Menurut dia, dibukanya investasi untuk swasta itu karena selama hampir 10 tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur seperti listrik, jalan dan air minum mengalami hambatan. Hal itu diakibatkan oleh krisis dan dana pemerintah yang terbatas jumlahnya. Jika tetap mengandalkan dana dari APBN, dipastikan pembangunan infrastruktur Indonesia akan membutuhkan waktu yang lama. "Sekitar 10-20 tahun baru selesai. Padahal kita tahu dana pemerintah itu terbatas tapi keterbatasan dana itu tidak boleh menghambat pembangunan infrastruktur," katanya.Pembangunan infrastruktur, menurut Boediono, sangat diperlukan karena merupakan kunci kebangkitan ekonomi."Untuk infrastruktur memang jadi kunci kelanjutan pembangunan untuk kebangkitan ekonomi kita lagi," demikian Boediono.
(bgs/qom)










































