Kalla Ingatkan Efisiensi Anggaran Belanja Departemen

Kalla Ingatkan Efisiensi Anggaran Belanja Departemen

- detikFinance
Kamis, 19 Jul 2007 23:37 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan agar seluruh departemen melakukan efisiensi anggaran belanja barang. Anggaran belanja itu disarankan dialihkan untuk meningkatkan anggaran belanja modal negara."Kita membahas efisiensi keseluruhan bangsa, bahwa ekonomi kita tumbuh lebih besar lagi dan salah satu syarat perekonomian tumbuh di mana pun adalah biaya akumulasi pengeluaran modalnya harus lebih tinggi, sedangkan overhead pengeluaran bangsa itu harus diwajarkan dan itu untuk anggaran tahun ini 2007 dan 2008 tadi kita bicarakan agar menteri-menteri itu mereview kembali biaya belanja barangnya dlm rangka meningkatkan belanja modal," papar Kalla.Hal tersebut disampaikan Kalla usai rapat koordinasi dengan sejumlah menteri seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Boediono, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Kehutanan M.S Kaban. Rapat diadakan di Kantor Menteri Keuangan, Gedung Dhanapala, Jl Wahidin Raya, Jakarta (19/7/2007).Dengan perencanaan efisiensi ini, Kalla mengatakan bahwa pada tahun depan pemerintah akan punya perencanaan untuk menaikkan belanja modal untuk pembangunan infrastruktur ke berbagai daerah."Karena itu harus ada (Jalan Tol) Trans Sumatera, Kalimantan, Jawa, Irian, dan Trans Sulawesi, pengairan juga harus untuk kepentingan rakyat ke daerah, kita harus besar-besar untuk infrastruktur dan biaya modal ini, konsekuensi untuk itu adalah belanja barang untuk kantor pusat departemen di Jakarta diturunkan, itu yang kita putuskan secara pokok dan akan segera dirancang segera lagi oleh Bappenas, Menkeu dan tentunya departemen-departemen yang lain. Itulah yang kita putuskan di dalam rapat malam ini," tuturnya.Kalla mengatakan bahwa efisiensi belanja barang tersebut antara lain adalah biaya operasional, biaya perjalanan, biaya seminal, macam-macam, membeli peralatan ataupun belanja modal yang tidak produktif."Maka itu kita turunkan kembali ke level belanja tahun 2006, ya nantilah angka-angkanya, tapi inti pokoknya adalah membangun bangsa adalah membangun daerah, membangun daerah haruslah membentuk capital atau modal dalam bentuk infrastruktur, peningkatan kesehatan, peningkatan transportasi. Itu harus kita dobelkan semua pada tahun depan ini, itu kira-kira intinya," jelasnya. (dnl/ary)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads