Lapangan Kerja & Pengurangan Kemiskinan Terjadi 2008

Lapangan Kerja & Pengurangan Kemiskinan Terjadi 2008

- detikFinance
Jumat, 20 Jul 2007 13:44 WIB
Jakarta - Pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja akan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat pada tahun depan.Hal ini seiring dengan kebijakan pengurangan belanja pemerintah untuk dialihkan ke modal kerja sektor infrastruktur tahun 2008."Pergeseran malah justru nanti dampaknya bisa meningkatkan pertumbuhan itu sendiri plus sekaligus menggeser dampak pertumbuhan ekonomi itu kepada hal-hal yang kita inginkan yaitu pada penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan," ujar Menko Perkonomian Boediono.Hal itu diungkapkan Boediono usai salat Jumat di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/7/2007).Sehingga pengurangan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja menurut Bodiono akan lebih terasa manfaatnya di tahun depan karena tahun ini pemerintah terus berupaya ke arah itu."Ini terutama dampaknya bisa kita rasakan pada 2008, 2007 akan kita lakukan semaksimal mungkin tapi 2008 baru akan ada," ujarnya.Boediono membantah bahwa pembangunan Indonesia tidak merata seperti pernah diungkapkan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Burhanuddin Abdullah yang juga Gubernur BI dalam forum ISEI di Balikpapan beberapa waktu lalu. "Indikator kemiskinan, pengangguran itu kok membaik ya?" ujarnya balik bertanya.Selain pertumbuhan, indikator ekonomi seperti angka kemiskinan, tingkatpengangguran, daya beli masyarakat juga menjadi faktir yang sangat penting."Secara umum itu kan indikator-indikator yang akan kita monitor terus menerus bukan hanya pertumbuhan ekonmi dan ini sangat penting untuk kita lihat," ujarnya.Selama ini lanjut Boediono, sudah ada tanda-tanda untuk perbaikan indikator, selain pertumbuhan ekonomi kemiskinan sudah menurun sejak mengalami puncak angka kemiskinan pada tahun 2005. Investasi juga akan meningkat."Ini akan menjadikan penyebaran multiplier dari sisi lapangan kerja. Kalau peningkatannya hanya dari aspek konsumsi saja, penyebarannya jauh lebih kurang, dibandingkan kalau pendorong pertumbuhan ekonomi misalnya dari investasi," ujarnya.Apalagi, lanjut Boediono, jika investasi timbul dari sektor industri ataukegiatan yang padat karya, seperti minyak sawit. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads