Direksi BUMN Diminta Jadi Scanner
Jumat, 20 Jul 2007 16:19 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sofyan Djalil meminta direksi dan komisaris BUMN yang baru saja dilantiknya agar bisa berfungsi sebagai scanner yang bisa mendeteksi berbagai permasalahan di BUMN yang dipimpinnya."Saya harap bapak-bapak jadi scanner, scan apa problemnya, kalau ada yang tidak beres selesaikan, kalau ada yang tidak optimum, optimumkan," ujarnya.Pesan itu disampaikan Sofyan saat melantik komisaris dan direksi 18 BUMN di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (21/7/2007).Sofyan juga meminta para direksi dan komisaris itu untuk segera kerja keras membenahi permasalahan masing-masing. Kerja keras ini diperlukan mengingat BUMN sebenarnya masih memiliki banyak potensi yang tersembunyi. "Mari kita unleash potensi itu," ujarnya.Menneg BUMN pada hari ini melantik 18 perusahaan BUMN yang mengalami perombakan manajemen adalah PT Askrindo, Perum Perhutani, PT Pabrik Cambrics Primisima, PT Kertas Kraft Aceh, PT Perkebunan Nusantara X, PT Perikanan Nusantara, PT Rukindo, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Industri Kapal Indonesia, PT Garam, PT Inti, PT Batan Teknologi, PT Inhutani I, II, III, IV dan V, dan PT Dok Koja Bahari.Total ada 25 direksi yang dirombak, 4 dewan pengawas dan 25 komisaris yang dilantik hari ini.
(ddn/qom)











































