3 Pokja Awasi Kinerja Investasi
Jumat, 20 Jul 2007 19:29 WIB
Jakarta -
Pemerintah membentuk 3 kelompok kerja (pokja) dalam rangka meningkatkan pengawasan dan monitoring terhadap kegiatan investasi dan ekspor di Indonesia.Keputusan ini merupakan bagian dari kebijakan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang dikeluarkan pemerintah beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Mari. E Pangestu usai rapat koordinasi mengenai Tim PEPI di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/7/2007). Pokja pertama bertugas mengevaluasi kebijakan untuk meningkatkan ekpsor dan investasi. Pokja ini akan langsung diketuai oleh Mendag, dengan wakil ketua Menteri Perhubungan. Pokja Kedua berkaitan dengan implementasi kebijakan untuk meningkatkan ekspor dan investasi dan menyelesaikan masalah. Pokja ini akan diketuai oleh Menneg PAN dengan wakil ketua Kepala BPKM.Pokja ketiga untuk promosi, dan akan diketuai oleh Menperin dan wakil ketua Menbudpar."Jadi ada tiga kelompok kerja, jadi masing-masing diketuai oleh menteri, dan di bawahnya nanti ada kelompok kerjanya dan ada sekretariat yang akan mengatur dan menyiapkan bahan untuk melakukan kajian dan merumuskan pokja-pokja ini," papar Mari. Namun menurut Mari, tiga Pokja yang merupakan bagian dari tim Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi (PEPI) ini tidak berwenang untuk mengambil keputusan dalam mengatasi masalah investasi ataupun ekspor yang ada di lapangan. "Keputusan harus di level menteri, jadi tetap mereka bisa melakukan mediasi, untuk melihat anggota dari PEPI ini adalah menteri dan di bawahnya adalah pokja-pokja eselon I. Jadi tetap melalui tim atau sekretariatnya itu mengusulkan kalau itu memang perlu keputusan, mengusulkan kepada pokja yang satu level menteri dan menteri terkait yang mengambil keputusan," ujarnya. Menurutnya tim PEPI ini nantinya diharapkan bisa mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan yang terkait dengan ekspor dan investasi di berbagai sektor. "Misalnya, kelancaran arus barang dari pusat industri ke pelabuhan, jadi bagaimana kita tangani ini. Ada satu tim yang benar-benar monitoring terus," jelas Mari.Pokja ini juga akan membahas berbagai pertanyaan yang diajukan Kadin seputar DNI. "Ya nanti timnas PEPI akan siapkan jawaban-jawaban, dan melakukan pertemuan-pertemuan dengan Kadin, tadi membahas bagaimana kita membentuk 3 kelompok kerja, memprioritaskan program-program dari masing-masing pelaku kerja," ujarnya.
(dnl/qom)










































