PLN Tuntut Balik Inalum

PLN Tuntut Balik Inalum

- detikFinance
Jumat, 20 Jul 2007 19:43 WIB
Jakarta - PT PLN (persero) dan PT Inalum sudah berdamai soal barter listrik untuk wilayah Sumatera Utara. Namun kedua belah pihak ini kembali berselisih soal kompensasi air.Perselisihan itu terkait permintaan PT Inalum agar PLN membayar kompensasi air.Seperti diketahui, Inalum memiliki dua PLTA yaitu PLTA Tangga dan PLTA Sigura-gura. Sementara PLTA Renun milik PLN letaknya paling atas, diatas PLTA Sigura-gura. Sehingga, pasokan air setiap PLTA bergantung pada PLTA diatasnya.Dengan kata lain, pasokan air kedua PLTA milik Inalum sebenarnya bergantung pada bendungan PLTA Renun milik PLN."Kalau mereka meminta kompensasi atas kehilangan air, kita juga akan meminta kompensasi atas pasokan air dari kita" ujar Deputi Direktur Pembangkitan PLN Agus Dharmadi di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (21/7/2007). Agus menjelaskan, sebenarnya aliran air untuk menggerakkan pembangkit milik Inalum berasal dari jalur yang sama dengan aliran air pembangkit PLN, yaitu PLTA Renun. Presiden Direktur PT Inalum Kiyoshi Shiomi menyatakan pihaknya meminta kompensasi air karena satu turbinnya rusak. Sehingga ia meminta penggantian atas air yang tetap harus dialirkan walau satu turbin itu rusak. "Kita punya 8 turbin, tapi satu rusak. Jadi kita harus menggerakkan 7 turbin untuk menghasilkan listrik yang diminta PLN," ujarnya. Hingga MoU tambahan barter listrik sebesar 45 MW menjadi 90 MW ini diteken sore ini, keduanya belum sepakat atas kompensasi air ini. "Masih kita bicarakan sampai 31 Desember 2007 nanti," tambah Agus. Barter listrik yang akan mulai dilakukan pertengahan minggu depan ini sebenarnya tidak menyelesaikan defisit listrik di Sumut yang mencapai 320 MW. Namun PLN juga menyiapkan proyek lainnya untuk mengatasi defisit tersebut. Selain dari Inalum, pada Agustus nanti akan masuk tambahan 120 MW dari turbin yang saat ini sedang diperbaiki. Di bulan yang sama juga akan bertambah 15 MW. Sedangkan pada September akan masuk tambahan lagi listrik sebesar 30 MW. Tumpuan terbesar terletak di PLTU Labuan Angin 230 MW yang diharapkan bisa beroperasi. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads