BP Migas Setujui 22 Pengembangan Migas

BP Migas Setujui 22 Pengembangan Migas

- detikFinance
Jumat, 20 Jul 2007 21:20 WIB
Jakarta - BP Migas telah menyetujui 22 rencana pengembangan (plan of development/POD) migas yang diajukan para Kontraktor Production Sharing (KPS).Direktur Perencanaan BP Migas Achmad Luthfi menjelaskan, 12 diantaranya direncanakan akan beroperasi tahun ini, delapan akan beroperasi tahun depan, dan dua sisanya bisa menyusul di tahun 2009."Rata-rata produksi puncak untuk minyak pada kisaran 2.000-160 ribu mmscfd, sementara produksi puncak gas antara 55 mmscfd hingga 1,08 bcf," katanya ketika dihubungi wartawan, Jum'at, (20/7/2007).12 POD yang akan berproduksi di tahun 2007 di antaranya POD lapangan Oyong di lepas pantai Madura, POD lapangan KE32,KE38, KE39, dan KE54 di Wilayah Kerja (WK) West Madura-Madura, WK Ujung Pangkah di lepas pantai Jawa Timur, dan lapangan tranche 3 WK Offshore North West Java di lepas pantai Jawa. POD lainnya adalah lapangan Pondok Tengah di Bekasi Jawa Barat, lapangan kecil Balam South Belisa Water Flood dan lapangan Kota Batak di Riau serta lapangan Bentu di wilayah kerja Korinci Baru, Sumatera Tengah operator Kalila. Sedangkan delapan lapangan yang direncanakan berproduksi pada tahun 2008 diantaranya adalah revisi POD lapangan Tangguh di Papua dengan operator BP Indonesia, lapangan Senoro di Sulawesi Tengah milik Joint Operating Body (JOB) PT Pertamina EP-PT Medco E&P, lapangan North Belut di lepas pantai Natuna, lapangan North Duri di Riau, dan lapangan Kerendan di Kalimantan Tengah milik.Sisanya, adalah POD yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2009, yang diantaranya meliputi lapangan Terang, Sirasum, dan Batur di lepas pantai Selat Madura dengan operator PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) Ia menjelaskan, produksi minyak terbesar berasal dari Blok Cepu sebesar 160 ribu barel per hari. Sedangkan produksi minyak terkecil berasal dari lapangan 32, 38,39, dan 54 di WK West Madura-Madura sebesar 2.150 barel per hari."Sedangkan untuk gas terbesar akan dari Tangguh (Papua) dan terkecil dari Kalila (Korinci Baru)," lanjutnya. (lih/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads