Harta Karun RI Terpendam Karena Minim Teknologi

Harta Karun RI Terpendam Karena Minim Teknologi

- detikFinance
Sabtu, 21 Jul 2007 12:42 WIB
Jakarta - Indonesia memiliki harta karun berupa pemikiran dan pembuatan produk kreatif dari industri kecil. Sayang harta karun itu bagai terpendam dan sulit menembus pasar global.Gagap informasi dan kurangnya memanfaatkan teknologi seperti internet menjadikan industri kecil sulit menembus pasar yang luas.Ambil contoh dalam membuat desain tato. Jika desain dipatenkan dan memanfaatkan teknologi informasi terkini, Indonesia bisa mengekspor desain tato itu dan meraup banyak dana. Dirut PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah menyatakan Indonesia sebenarnya negara eksportir icon atau simbol terbesar. Dengan mencontoh kesuksesan situs YouTube yang memasarkan video via internet, maka tato bisa dipasarkan dengan cara serupa. "Lambang tato kalau dipatenkan bisa diekspor via internet yang cocok. Jadi kita bisa mengekspor desain tato," ujarnya. Ia menyampaikan ide tersebut dalam Temu Nasional Forum Anggota Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FAM PII), di Gedung Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta , Sabtu (21/7/2007). "Dalam dunia internet, apapun memang bisa dijual. Hanya dengan bermodal jaringan internet, kita tersambung ke seluruh dunia," katanya. Seperti Google, yang isinya hanya virtual, mampu meraup nilai pasar sebesar US$ 130 miliar. "Sedangkan nilai pasar Telkom hanya US$ 22 miliar," katanya. Jadi, dengan bekal ide kreatif yang ada di masyarakat Indonesia, produk-produknya bisa dipasarkan via internet. "UMKM nggak perlu modal, cuma langganan Speedey Telkom saja, Rp 200 ribu per bulan, bisa jual kemana-mana," promosinya. (lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads