SLT 'Ganti Baju' Jadi Program Keluarga Harapan

SLT 'Ganti Baju' Jadi Program Keluarga Harapan

- detikFinance
Senin, 23 Jul 2007 10:23 WIB
Jakarta - Untuk menanggulangi kemiskinan, pemerintah meluncurkan program keluarga harapan (PKH). Program pengganti Subsidi Langsung Tunai (SLT) ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan menjadi 18,8 juta atau 8,2 persen dari total penduduk pada 2009.Berdasarkan data BPS hingga saat ini ada sebanyak 37,7 juta rakyat miskin, atau 16,58 persen dari total penduduk.Demikian siaran pers dari Departemen Komunikasi dan Informasi yang dikeluarkan bersamaan dengan peluncuran PKH, Senin (25/7/2007).Program sosial ini memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dengan persyaratan tertentu. Diharapkan masyarakat miskin dapat dibantu beban pengeluaran rumah tangga dalam jangka pendek.PKH diberikan kepada masyarakat miskin berdasarkan kriteria tertentu, data dasar diambil dari penerima bantuan SLT. Selanjutnya diverifikasi yang akan menghasilkan daftar keluarga RTSM penerima PKH. Yang berhak menerima PKH adalah jika saat pendaftaran mereka memiliki:1. Memiliki anak usia sekolah 6-15 tahun atau di atas usia 15 tahun, namun belum menyelesaikan pendidikan dasar.2. Memiliki anak usia 0-6 tahun3. Ibu yang sedang hamil.Dengan syarat tersebut, maka berarti meskipun rumah tangga itu sangat miskin tetapi tidak ada ibu hamil maka RTSM itu tidak bisa mendapatkan bantuan tunai.Sasaran PKH mencakup 500.000 RTSM di 7 provinsi yakni DKI Jakarta, Jatim, Jabar, NTT, Gorontalo, Sulut, Sumbar.Untuk tahun 2007 ini terpilih 348 kecamatan di 49 kabupaten/kota. Program ini akan diluncurkan di Gorontalo 25 Juli oleh Mensos dan Pemda Gorontalo.Sebelumnya, SLT diluncurkan sebagai pengganti pengurangan subsidi BBM. Bagi keluarga miskin yang terdaftar, mendapatkan Rp 300 ribu per bulan. Namun belakangan, program SLT banyak yang diselewengkan karena banyak warga miskin yang tidak terdaftar. Sementara sebagian warga yang mampu justru mendapatkannya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads