RI-Korsel akan Teken Kerjasama Energi Senilai US$ 8,5 M
Senin, 23 Jul 2007 16:53 WIB
Jakarta -
Pemerintah Indonesia akan menandatangani berbagai kontrak kerjasama dengan Korea Selatan (Korsel) di sektor energi dan pertambangan senilai US$ 8,5 miliar.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menyampaikannya disela-sela melepas Tim Ekspedisi Biofuel di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Senin (23/7/2007)."Ada sekitar US$ 8,5 miliar yang akan ditandatangani," ujarnya.Purnomo merupakan salah satu anggota rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bertolak ke Korsel pada pagi ini. Kunjungan ini akan memantapkan kerjasama kedua negara dalam hal perindustrian, perdagangan, energi, dan lain-lain.Untuk bidang energi, kerjasama yang akan dilakukan antara lain antara Pertamina (melalui Petragas) dan LG (melalui E1). Keduanya akan membangun pabrik NGL (natural gas liquifaction) atau pencairan gas alam di Sumatera Selatan.Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Pertamina Herman Bastari juga menyatakan bahwa Pertamina akan menandatangani empat MoU senilai US$ 150 juta. Keempat MoU tersebut mencakup sektor hulu migas, kilang, dan marketing."Kemarin kita hitung-hitung sekitar US$ 150 juta. Ada 4 MoU, di hulu, kilang dan marketing," ujarnya.
(lih/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































