Cadangan Minyak Dunia Drop, OPEC Diminta Lebih 'Galak'
Selasa, 24 Jul 2007 08:44 WIB
London - Cadangan minyak mentah dunia pada tahun 2007 diperkirakan merosot hingga 200 juta barel. Tanpa ketegasan OPEC untuk menambah produksinya, maka harga minyak mentah dunia bisa melambung tinggi.Seruan itu disampaikan oleh Center for Global Energy Studies (CGES) seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/7/2007)."Tanpa produksi tambahan dari OPEC, harga minyak akan terus meningkat dalam beberapa bulan kedepan," ujar CGES dalam laporan bulanannya tersebut.Pada akhir perdagangan kemarin di London, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman September turun tipis 47 sen ke level US$ 77,17 per barel. Sementara di New York, harga minyak jenis light untuk pengiriman September juga turun US$ 1,08 ke level US$ 74,71 per barel.CGES menyatakan, harga minyak bisa terus meningkat bukan karena terus meningkatnya permintaan. Namun terutama disebabkan oleh penurunan cadangan minyak mentah dunia yang diperkirakan mencapai 200 juta barel pada tahun ini. Seruan serupa disampaikan oleh International Energy Agency (IEA) yang juga meminta agar OPEC memompa minyak lebih banyak guna meredam gejolak harga.OPEC sendiri sejauh ini masih menolak permintaan untuk menaikkan produksi negara-negara anggotanya kendati harga minyak dunia kini terus melambung. OPEC bersikukuh kenaikan harga minyak mentah akhir-akhir ini bukan karena turunnya cadangan, namun lebih disebabkan karena faktor geopolitik yang kian memanas di negara-negara anggotanya. Selain itu juga disebabkan terbatasnya kapasitas kilang dunia."OPEC terus menyalahkan faktor geopolitik atas dan terbatasnya kapasitas kilang, pandangan tersebut tidak dilihat oleh CGES," demikian pernyataan dari lembaga riset tersebut.Presiden OPEC yang juga menteri ESDM Uni Emirat Arab, Mohammed al-Hamli membantah pihaknya tak peduli atas lonjakan harga minyak mentah dunia. Ia menegaskan, OPEC siap untuk menambah kapasitas produksinya jika diperlukan.
(qom/qom)











































