Aksi demontrasi berlanjut hingga hari ini. Massa kini semakin banyak buntut seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda Brimob Polda Metro Jaya tepat di depan Rumah Susun Bendungan Hilir.
Kondisi mencekam terjadi di beberapa titik. Massa demo yang diikuti oleh ojol hingga mahasiswa ini terjadi di beberapa titik, yakni Kwitang dan kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Kondisi ini dinilai akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional, terutama pada segmen investasi. Ekonom menyebut jika respons pemerintah tidak bijak akan protes ini, investor asing diprediksi bisa kabur dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudut pandang saya terhadap dampak ekonomi ini menurut saya memang akan mempengaruhi citra penegakan hukum yang berhubungan dengan iklim bisnis dan juga berusaha dan investasi di Indonesia tentu saja," kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal kepada detikcom, Jumat (29/8/2025).
Faisal mengungkap dalam World Competitiveness Index (WCI), yang dikeluarkan oleh World Economic Forum saja, posisi Indonesia telah turun. WCI merupakan hasil analisis mengukur produktivitas dan daya saing suatu negara di tingkat global.
Indikator utama yang mempengaruhi penurunan tersebut adalah government effectiveness atau efektivitas pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk masyarakat baik dari sisi pelayanan publik hingga pengusaha.
Jika mengalami penurunan, artinya investor luar akan semakin meragukan keefektifan dari kebijakan pemerintah di lingkungan dunia usaha. Untuk itu pemerintah diminta bijak dalam merespon aksi yang terjadi dua hari ini.
"Sebetulnya itu kan sudah menunjukkan bagaimana sebetulnya perspektif daripada investor khususnya kalau dalam World Competitiveness Index itu adalah investor luar terhadap keefektifan ke pemerintah, termasuk menurut saya efektivitas dari sisi kebijakan," terangnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda, mengatakan aksi demo hingga menimbulkan kericuhan yang terjadi hari ini murni atas dasar kemarahan masyarakat karena kondisi ekonomi yang saat ini dinilai semakin sulit. Jadi bukan ada andil dari pihak asing.
"Terkait dengan kepentingan asing, saya rasa tidak benar karena gerakan ini muncul akibat rakyat yang marah, resah, terhadap kondisi ekonomi mereka. Mereka semakin sulit mendapatkan pekerjaan, sulit mendapatkan pendapatan. Ketika sudah memuncak, maka terjadilah aksi seperti kemarin," kata dia kepada detikcom.
Nailul menekankan kepada pemerintah bahwa aksi demo yang berlangsung adalah bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada masyarakat menengah ke bawah.
"Kondisi Indonesia seperti sekarang ini timbul dari kondisi masyarakat yang tengah kesulitan, namun dikatakan oleh BPS Ekonomi kita meningkat. Ekonomi masyarakat kita tengah terpuruk dengan semakin banyak PHK, harga barang semakin melejit, dan berbagai indikator lainnya. Pengaburan fakta oleh pemerintah yang bisa menimbulkan bom waktu yang bisa meledak, bukan oleh pemerintah, tapi oleh rakyat yang marah," ungkapnya.
Ketegangan dari masyarakat dua hari ini juga akan menjadi sentimen negatif bagi investor. Ia menyebut dampak buruknya akan banyak aliran dana investor yang keluar dari Indonesia.
"Kejadian dalam dua hari ini sebagai sentimen negatif yang akan menyebabkan capital outflow. Bahkan investor ritel juga akan melakukan tindakan serupa. Ketidakstabilan politik akan menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi usaha Indonesia. IHSG pasti akan memerah," ucapnya.
Kemudian, Direktur Kebijakan dan Program Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) Piter Abdullah meminta agar pemerintah bisa merespons dengan bijak di tengah situasi saat ini. Jika tidak, maka dampaknya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi hingga penurunan investasi.
"Kalau berkepanjangan, dampak negatifnya adalah kepercayaan investor akan turun, investasi turun, target pertumbuhan ekonomi tidak tercapai, pengangguran dan kemiskinan berpotensi naik," pungkasnya.
Aksi demo berlanjut. Massa menggelar unjuk rasa di depan pintu Polda Metro Jaya, tepatnya dekat Halte Komdak. Pantauan detiknewss, massa memenuhi ruas Jalan Gatsu. Akibatnya, lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, ke arah Slipi ditutup.
Massa aksi juga menggelar demonstrasi di depan Markas Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat. Akses Jalan Kramat Kwitang dari arah Tugu Tani dan sebaliknya ditutup.
Di depan Markas Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, situasi sempat memanas. Massa yang menuntut keadilan untuk Affan Kurniawan mulai menyalakan petasan dan melempar benda ke arah markas. Polisi merespons dengan mendorong mundur massa menggunakan gas air mata sekitar pukul 14.50 WIB.
Massa kemudian berhamburan ke arah Tugu Tani hingga Simpang Senen. Hingga pukul 15.30 WIB, aksi masih memanas. Massa di lokasi juga sempat merusak mobil polisi yang hendak melintas. Terlihat mobil tersebut ringsek diamuk massa.
(ada/fdl)