Capex jadi Indikator Performa Direksi BUMN

Capex jadi Indikator Performa Direksi BUMN

- detikFinance
Selasa, 24 Jul 2007 13:20 WIB
Jakarta - Kalau direksi perusahaan-perusahaan BUMN mau langgeng menjabat, sebaiknya segera mempercepat penyaluran belanja modal (capital expenditure/capex). Untuk mendorong penyalurkan capex perusahaan BUMN, Kementerian BUMN akan menjadikan penyaluran capex sebagai komponen indikator utama untuk melihat performa (key performance indicator/KPI) direksi BUMN. KPI merupakan catatan Kementerian BUMN untuk menilai kinerja direksi BUMN."Jadi jangan hanya masalah keuangan saja, tapi capex juga jadi komponen KPI bagi kita," kata Sekretaris Menneg BUMN Said Didu dalam diskusi mengenai sosialisasi PP 35 tahun 2007 tentang pengalokasian sebagian pendapatan BUMN untuk riset dan pengembangan teknologi (R&D), di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/7/2007).Said juga mengatakan agar para direksi jangan terlalu takut mengambil keputusan untuk cepat menggelontorkan capex. Para perusahaan BUMN biasanya baru mulai jor-joran belanja pada akhir tahun."Ini harus kita doronglah, saya enggak tahu apakah ini ada ketakutan saat mengambil keputusan lelang macam-macam, itu kan takut. Biasanya capex semester 2 kita harus dorong nanti," ujarnya.Tahun ini target capex BUMN mencapai Rp 114 triliun dan tahun 2008 ditargetkan melonjak menjadi Rp 151 triliun. Diharapkan untuk tahun 2008 capex yang terealisasi mencapai 90 persen.Said mengatakan capex BUMN terbesar ada di PLN. Namun PLN sepertinya mengalami kesulitan dalam belanja modal."Tender dari PLN kan mundur-mundur terus, kan yang lapor ke KPK paling banyak di PLN," tandasnya. (ard/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads