Beras SPHP Kok Rusak? Ini Jawaban Mentan

Beras SPHP Kok Rusak? Ini Jawaban Mentan

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 31 Agu 2025 07:33 WIB
Warga berbelanja beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam acara pangan murah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi distribusi beras SPHP mencapai 239,5 ribu ton hingga pekan ketiga Agustus 2025, sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Warga memanggul beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) usai berbelanja dalam acara pengan murah di Semarang, Jawa Tengah,Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman buka suara merespons keluhan kualitas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ia menegaskan jika masyarakat mendapatkan beras SPHP rusak, bisa langsung ditukar.

Menurut Amaran hasil produksi beras dari petani bagus. Jika terjadi kerusakan pada beras SPHP, kemungkinan karena masalah penyimpanan di gudang Bulog.

Beras SPHP merupakan produk pemerintah yang diproduksi oleh Perum Bulog. Beras SPHP berasal dari penyerapan yang dilakukan Bulog dari petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gini, yang kalau ditemukan (beras) rusak. Ini diskresi saya sebagai Mentan, karena kami produksi semua beras baik. Mungkin penyimpanannya (yang bermasalah). Ditukar aja langsung. Kalaupun sudah dikemasannya dibuka, (kemudian dilihat) merah, (boleh) ditukar," tegas dia ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

ADVERTISEMENT

Amran meyakini, masyarakat dapat menukar beras SPHP meski telah dibuka kemasannya. "(Jika ditemukan) rusak berasnya, sudah digunting, (minta) ganti oleh Bulog," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga pernah mengatakan masyarakat dapat menukar beras SPHP jika memang tidak mendapat sesuai takaran 5 kilogram (kg).

Rizal menjelaskan semua tempat yang menjual beras SPHP harus dilengkapi dengan timbangan. Hal ini diperlukan untuk memastikan beras SPHP ini sampai ke konsumen sesuai dengan takarannya.

"Karena setelah beli, semua (beras) harus ditimbang. Timbangan ini untuk meyakinkan konsumen (takarannya) 5 kg. Kalau kurang (dari 5 kg), (konsumen) bisa tukar dengan yang 5 kg," kata Ahmad Rizal, dalam peluncuran beras SPHP di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kemudian, pedagang juga bisa menukar beras yang tidak sesuai takaran tersebut kepada Perum Bulog. Pedagang tinggal mengkalkulasikan jumlah pack beras SPHP yang tidak sesuai takaran.

"Nanti yang jual atau retailernya, komplain lagi ke gudang Bulog, 'pak ini ada sekian kotak nih, sekian packaging yang belum 5 kg'. Boleh begitu," jelasnya.

Simak juga Video: Zulhas Usai Lapor Prabowo soal Beras Oplosan: Warga Tak Usah Khawatir

(ada/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads